MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai salah satu kearifan lokal yang sangat penting terjaga di tiap daerah, kuliner legend merupakan salah satu tonggak budaya yang harus dilestarikan. Eksistensinya, tidak hanya mencerminkan budaya, tapi juga karakter, keunikan, dan nilai daerah itu sendiri.
Eksistensi salah satu bagian penting kearifan lokal tersebut, juga menjadi warisan berharga. Karena nilainya yang berharga untuk dilestarikan itulah, menjadikan Unilever Indonesia membingkainya dalam ragam nuangsa lewat Festival Jajanan Bango (FJB) yang dihelat tiap tahunnya di berbagai kota besar di Indonesia sebagai upaya dan kontribusi menjaga kelestarian warisan kuliner legend nusantara.
Semenjak berkiprah dalam kurun 95 tahun memberikan warna dalam dunia perkulineran, Bango sejatinya adalah legend, yang tetap kukuh menjaga keaslian cita rasanya dan ikut menjaga cita rasa otentik warisan kuliner legend nusantara ditengah gempuran kuliner kekinian yang makin marak mewabah di generasi milenial.
Sekedar informasi, Festival Jajanan Bango ini juga telah didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia dengan program Wonderful Indonesia, karena sebagai pionir festival kuliner nusantara, Festival Jajanan Bango telah dikenal sebagai destinasi wisata kuliner yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia, dan berkontribusi pada upaya Kemenparekraf RI untuk memajukan ragam kuliner nusantara, khususnya yang menggunakan kecap manis sebagai culinary gem yang turut membawa kuliner Indonesia mendunia melalui program Indonesia Spice Up the World.
Head of Marketing Nutrition Indonesia PT Unilver Indonesia, Ari Astuti, mengungkapkan, sejak 1928, Bango selalu konsisten menjaga kualitas melalui penggunaan 4 bahan alami terbaik dan proses pembuatan yang otentik. Hingga kini menginjak 95 tahun, seluruh upaya ini Bango lakukan agar kecap manis yang berkualitas dapat terus lestari sebagai culinary gem kebanggaan Indonesia yang menyatukan kelezatan aneka kuliner nusantara dari generasi ke generasi.
“Untuk itulah, Bango konsisten melestarikan kekayaan kuliner nusantara melalui berbagai platform, salah satunya Festival Jajanan Bango yang digagas sejak tahun 2005,” katanya, saat pembukaan Festival Jajanan Bango (FJB) Makassar, di Parking Lot Phinisi Point, Jl Metro Tanjung Bunga, Sabtu (7/10/2023).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashari Fakhsirie Radjamilo, mengungkapkan, dengan terselenggaranya Festival Jajanan Bango (FJB) tidak hanya mencicipi makanan enak, tetapi memiliki dampak yang jauh lebih besar yakni berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, dan memberikan dukungan nyata kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah berjuang keras untuk mengembangkan usaha mereka.
“Karena itu, mari ki bersama-sama mewujudkan visi pemberdayaan UMKM dan menjadikan Festival Jajanan Bango sebagai perayaan keberhasilan usaha lokal kita,” katanya.
Sekedar diketahui, Sulsel memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah-rempah di Indonesia, sehingga kuliner di kota ini menjadi begitu khas dan beragam berkat pengaruh dari berbagai budaya yang berbeda.
“Karenanya, kami mengapresiasi Bango yang selalu turut andil dalam pelestarian kuliner nusantara kita lewat Festival Jajanan Bango, dimana tahun 2023 ini tidak tanggung-tanggung menyuguhkan 45 kuliner otentik persembahan 35 legenda kuliner Makassar dan sekitarnya, dan 10 legenda kuliner lainnya yang didatangkan dari berbagai wilayah nusantara,” katanya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Makassar, Rusmayani Madjid, mengatakan, Festival Jajanan Bango (FJB) merupakan salah satu cara menarik wisatawan untuk mencoba kuliner khas Makassar yang lebih sehat dan bergizi, serta mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia sebagai sebuah budaya yang patut untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Acara ini juga dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengangkat keanekaragaman kuliner lokal sebagai potensi wisata. Dengan memperkenalkan keanekaragaman kuliner lokal dan mempromosikannya dengan cara yang tepat, dapat memberikan manfaat yang besar bagi kota tersebut dan memberdayakan ekonomi lokal,” katanya.
Salah satu pengunjung Festival Jajanan Bango, Sari, mengatakan, Festival Jajanan Bango adalah salah satu festival yang selalu ditunggu-tunggunya dengan teman-temannya yang menyukai dunia kuliner. Sebab, di Festival Jajanan Bango, ditawarkan banyak kuliner legend yang tetap otentik, terjaga rasanya.
“Walau sudah banyak kulineran yang sama dijual di luar sana, tapi beda sekali rasanya. Apalagi yang ditawarkan di Festival Jajanan Bango ini adalah kuliner legend yang otentik yang cuma biasa kita liat di tv. Jadi wajar, jika FJB ini selalu kita tunggu-tunggu, bahkan saya dari luar Makassar, tepatnya daerah Pangkep, datang ke Makassar ini cuma mau nikmati kuliner legend ini. Juga sekaligus nikmati hiburannya. Mantap tawwa Bango,” katanya pada Berita Pedoman.
Penulis/Editor : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment