Pasca Merger, Aktivitas Ekonomi di Pelabuhan Makin Bertumbuh di Timur

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Seiring geliat ekonomi yang makin bertumbuh pasca pandemi Covid-19 menghantam, laju roda ekonomi makin diperkuat dengan mergernya Pelindo menjadi satu kekuatan maritim besar.

Dalam keintergrasiannya selama 2 tahun, kini laju aktivitas ekonomi makin bertumbuh di pelabuhan, khususnya di wilayah timur.

Menyelisik data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel), secara kumulatif nilai ekspor Sulsel periode Januari – Juni 2023 kemarin, dicatatkan berhasil tumbuh sebesar 17,37 persen dengan volume ekspor sebesar 1.034,66 ton dengan nominal mencapai US$1,13 miliar atau setara Rp16,35 triliun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022 lalu.

Tak hanya itu, Neraca Perdagangan Sulsel pada periode Januari – Juni 2023, juga dicatatkan surflus seebsar US$542,82 juta atau setara dengan Rp7,92 triliun.

Bahkan data terakhir pada 6 Agustus 2023 kemarin, dicatatkan aktivitas ekspor makin menggaung di Sulsel dengan total 49,96 ribu ton dengan 36 komoditas yang kembali diekspor ke 34 negara tujuan dengan nominal mencapai Rp1,43 triliun.

Dengan sumber daya alam Sulsel yang melimpah, ditunjang sektor tambang yang selalu fantastis memberikan kontribusi besar pada nilai ekspor dengan kontribusi sebesar 75,23 persen, disusul sektor pertanian dan perikanan yang andil sebesar 13,29 persen dan sektor industri dengan kontribusi sebesar 11,48 persen dari total nilai ekspor, tentunya makin memberikan angin segar pada aktivitas di pelabuhan akan pelayanan Pelindo yang makin efisien dan terintegrasi pasca merger.

Pengamat Ekonomi Sulsel, Profesor Marsuki DEA, mengungkapkan, dengan terintegrasinya Pelindo, peran pelabuhan diproyeksi akan menjadi operator terminal peti kemas terbesar no 8 dunia.

Dengan mergernya, tentunya lebih mendukung eifisiensi biaya logistik, dan makin meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan dan layanan logistik yang terintegrasi, yang tentunya bermuara pada peningkatan skala usaha dan nilai BUMN.

“Tentunya, ini akan bermuara pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah dari pinggiran yang makin merata. Ini juga selaras dengan program pemerintah dan RP-JMN 2020-2024 yang mencanangkan rencana peningkatan konektivitas maritim nasional. Dengan kebijakan mergernya Pelindo, tentunya lebih mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah melalui mekanisme sistem alur pelayaran dan barang, juga jasa secara nasional yang terintegrasi. Ini memberikan kontribusi besar pada laju pertumbuhan nasional dan daerah,” katanya, pada Berita Pedoman, saat dihubungi via Whatsapp, Kamis (14/9/2023).

Sementara Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis, beberapa waktu lalu melalui siaran persnya, mengatakan, pasca merger, ada pertumbuhan yang signifikan di sektor arus kapal, penumpang dan kargo.

Sejak Pelindo merger hingga Juni 2023, dicatatkan kinerja arus kapal sebesar 110,90 persen atau menjadi 208.955.107  Gross Tonnage (GT) secara year on year (yoy) untuk arus kapal di semua pelabuhan kelolaan regional 4.

“Sementara, dari sisi kargo juga dicatatkan mengalami capaian yang signifikan di angka 21.027.910 ton. Pun dengan jumlah penumpang yang mencapai 3.259.657 orang. Begitu pun, dengan capaian peti kemas mengalami capaian kenaikan yang signifikan, yakni  1.072.304 TEUs,” katanya.

Penulis/Redaktur : Marwiah Syam

Comment