OJK Perkuat Literasi Keuangan UMKM dan IRT di Daerah

GOWA, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ibu Rumah Tangga (IRT), khususnya di daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan, pelaku UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Mempertimbangkan perannya yang begitu penting, segmen UMKM dan perempuan perlu dibekali dengan keterampilan literasi keuangan dalam menghadapi tantangan keuangan yang semakin kompleks.

“Kalau kita lihat ekonomi di Indonesia ini sebagian besar adalah UMKM. UMKM ini bisa menyerap banyak pekerja di Indonesia. Jadi, peran UMKM ini luar biasa penting buat Indonesia, karena kontribusinya untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar 61 persen berdasarkan data Kementerian Koperasi (Kemenkop) , juga berkontribusi terhadap ekspor,” kata Friderica, saat pembukaan Sosialisasi Pentingnya Pengembangan dan Keuangan Sektor Keuangan, di Baruga Arifah, Jl Poros Pangkabinanga, Pallangga, Kabupaten Gowa, Senin (11/9/2023).

Friderica, juga menyampaikan bahwa perempuan dan UMKM merupakan salah satu sasaran prioritas literasi keuangan yang dilakukan OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan sejumlah program untuk mendukung kemudahan akses keuangan.

“UMKM adalah pilar perekonomian Indonesia, perempuan berperan penting dalam kesuksesan keluarga dan semuanya bermula dari literasi keuangan sebagai fondasi keluarga sejahtera,” kata Friderica.

Friderica, juga menyatakan, Kabupaten Gowa dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini karena berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, dicatatkan tingkat literasi keuangan masyarakat Sulawesi Selatan masih di bawah rata-rata tingkat literasi keuangan nasional yakni hanya 36,88 persen. Sementara nasional sudah mencapai 49,68 persen.

Dalam acara yang diikuti lebih dari 500 peserta yang merupakan pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Gowa tersebut, Friderica juga mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai penawaran pinjaman online ilegal dan modus penipuan berkedok investasi.

Sementara, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara, menyampaikan apresiasinya kepada OJK atas penyelenggaraan kegiatan edukasi keuangan bagi masyarakat di Kabupaten Gowa yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait produk dan layanan jasa keuangan, perencanaan keuangan, dan kewaspadaan terhadap tawaran investasi serta pinjol ilegal.

“Literasi keuangan di Sulawesi Selatan masih sangat rendah, yakni di bawah rata-rata nasional. Sementara inklusi atau pengguna industri atau jasa keuangan itu sudah sangat besar atau lebih tinggi dari rata-rata nasional, sehingga ini yang punya potensi untuk bisa dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku yang memang modusnya ingin menipu atau lain-lain,” kata Amir.

Amir, juga menyampaikan perlunya kegiatan edukasi seperti hari ini untuk terus dilakukan dan khususnya bagi UMKM agar memperoleh informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan yang tepat agar tidak terjebak kepada penawaran pinjaman online ilegal. Apalagi materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut, juga terkait pengenalan OJK, waspada penipuan investasi dan pinjaman online ilegal, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang meliputi Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit mikro, dan tabungan emas, serta perencanaan keuangan.

Sekedar informasi, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai 11 hingga 13 September 2023 ini, selain kegiatan Edukasi Keuangan bagi Pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga, juga dilaksanakan Talkshow Radio serta Training of Trainers (ToT) bagi Guru SD/MI se-Kabupaten Gowa yang menghadirkan narasumber Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Darwisman, dan Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas V. M. Tarihoran, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad.

Comment