PLN Dorong Pengembangan UMKM di Pulau Selayar

SELAYAR, BERITAPEDOMAN.com – PT PLN (Persero) melalui pengelolaan Rumah BUMN terus mendorong pengembangan ekonomi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin, mengungkapkan, sampai saat ini sejumlah 150 UMKM telah menjadi binaan Rumah BUMN Selayar. Tak hanya itu, guna meningkatkan kompetensi dan kapabilitas UMKM, Rumah BUMN Selayar juga telah mengadakan pelatihan dan pendampingan dalam hal pengembangan produk sebanyak 11 kali.

“Saat ini sudah sebanyak 6 UMKM binaan Rumah BUMN Selayar sudah memiliki sertifikat halal dari Kementerian Agama. Peningkatan kapabilitas pelaku ini selaras dengan visi PLN yaitu mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (17/2/2023).

Salah satu UMKM Binaan Rumah BUMN Selayar, Madu Asli Selayar (MAS), Edy Purnomo, mengatakan, produknya kini tidak hanya terjual di pasar lokal di Kabupaten Selayar saja, tetapi juga sudah menembus pasar nasional.

“Kami bersama Rumah BUMN Selayar juga sedang mempersiapkan agar produk kami dapat menembus pasar internasional,” ungkap Edy.

Edy, juga menyatakan, sebelum bergabung dengan Rumah BUMN Selayar, omsetnya hanya Rp5 juta tiap bulannya. “Setelah bergabung, kami dibina dan diberikan pelatihan, sehingga omset kami meningkat menjadi Rp30 juta tiap bulannya, bahkan sebagian besar produk kami terjual di luar Kabupaten Selayar,” ujar Edy Purnomo.

Sementara itu, Simbiosa Cafe yang juga merupakan mitra binaan Rumah BUMN Selayar juga merasakan manfaat positif setelah bergabung dengan Rumah BUMN Selayar. Pemilik Simbiosa Cafe, Muh. Fathur Rahman, mengungkapkan, kini produk kopinya telah menembus pasar nasional, bahkan pernah mengikuti pameran bergengsi Jogja Coffee Week #2.

“Sebelum mendapatkan pelatihan Rumah BUMN Selayar, omset kami hanya berkisar Rp10 juta sampai dengan Rp12 juta, kini omset kami meningkat hingga Rp21 jutaan per bulannya,” kata Fathur.

Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock

Comment