MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mendorong pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Langkah ini sendiri, sebagai upaya mendorong geliat pertumbuhan di sektor UMKM.
Sebagai tambahan informasi, hingga saat ini, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp4,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp3 triliun kepada nasabah PNM Mekaar dan Rp1,1 triliun untuk nasabah PNM ULaMM kepada 332,675 nasabah yang dilayani oleh 92 kantor layanan.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Maimun Bakri, menjelaskan, PNM tak hanya memberikan modal untuk membantu usaha para pelaku UMKM di Sulawesi Selatan, tetapi juga memberikan pelatihan dan jaringan usaha diantara nasabah PNM. Ketiga modal tersebut terus berlangsung hingga saat ini, bahkan di tengah pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
“Kami berikan tiga modal untuk ibu-ibu nasabah di Sulawesi Selatan, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Ketiga modal ini diantaranya adalah modal finansial dengan memberikan pembiayaan. Yang kedua, modal intelektual dengan memberikan pendampingan dan program pemberdayaan melalui pelatihan, knowledge sharing, berbagi informasi, hingga mendatangkan ahli dari kalangan akademisi dan praktisi untuk memberikan pelatihan. Ketiga, modal sosial dengan memberikan fasilitas membangun hubungan antar-nasabah sehingga membentuk jaringan usaha kolektif untuk mempercepat pertumbuhan usaha nasabah,” ujar Maimun, saat Konferensi Pers, di Panbakers, Jl Gunung Latimojong, Selasa (8/2/2022).
Pendampingan dan pemberdayaan nasabah PNM di Sulawesi Selatan, kata Maimun, melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang sudah dilakukan 300 kali selama tahun 2021, seperti klasterisasi sektoral olahan hasil laut, kerajinan tangan, industri makanan untuk ibu-ibu nasabah di Sulawesi Selatan dalam rangka membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi para nasabah PNM, sebagai bentuk komitmen PNM untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM.
Selain itu, PNM menargetkan adanya 100 Kampung Madani terbentuk pada tahun 2022 di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Kampung Madani ini merupakan program untuk desa agar mendorong potensi lokal agar dikenal oleh khalayak dan mandiri.
“Tak hanya itu, PNM melalui program Jasa Manajemen dan program TanggungJawab Sosial Lingkungan (TJSL) juga sudah meresmikan kegiatan pemberdayaan berupa pemberian akses air bersih, program Ruang Pintar dan pelatihan klasterisasi sektoral di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, yang rencananya akan dikembangkan menjadi Kampung Madani. Pendistribusian bantuan ini secara simbolis diresmikan oleh Sunar Basuki selaku Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM dan Andi Syafril Chaidir Syam selaku Bupati Kabupaten Maros pada Selasa, 21 September 2021 lalu. Pendistribusian bantuan ini juga adalah salah satu wujud peduli dan bentuk dukungan PNM dalam pemberdayaan masyarakat pesisir,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, hingga 8 Februari 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp110,47 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,2 juta nasabah. Saat ini, PNM memiliki 3.009 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.006 Kecamatan.
Redaktur : Marwiah Syam
Comment