MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Dalam rangka mengantisipasi dan menjaga ketersediaan kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan sebesar Rp3,17 Triliun.
Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, Causa Iman Karana, mengatakan, Bank Indonesia terus melakukan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan uang tunai dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai dan layak edar di Sulsel.
“Untuk periode Nataru 2021 ini, BI Sulsel memprediksi arus keluar uang tunai (outflow) sebesar Rp3,17 triliun. Periode ini lebih meningkat sebesar 6,02 persen (yoy) dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp2,99 triliun,” katanya melalui siaran pers, Kamis (9/12/2021).
Besarnya penyediaan uang tunai tersebut, kata Causa, didasari pertimbangan aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin meningkat seiring dengan penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai daerah.
Selain menjaga ketersediaan uang tunai, BI Sulsel juga bersinergi dengan perbankan dalam memaksimalkan pendistribusian uang di berbagai wilayah, termasuk melalui kas titipan agar perbankan Sulsel memiliki kecukupan persediaan uang secara jumlah dan pecahan.
BI Sulsel juga mengimbau agar penukaran dapat dilakukan secara kolektif, guna tetap menjaga physical distancing. Kepada bank yang menyediakan loket penukaran, agar dipastikan seluruh proses penukaran sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.
“Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan uang tunai secara cukup, dan terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai, baik melalui digital banking, uang elektronik, maupun pemakaian QR Indonesia Standard (QRIS). Apalagi saat ini perkembangan infrastruktur digital yang semakin berkembang diimbangi dengan kerangka aturan yang memadai dan telah mendukung terciptanya transaksi pembayaran non tunai dengan cepat, murah, mudah, aman, dan handal (cemumuah) sehingga mengarah pada terwujudnya less cash society,” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam
Comment