Genjot Pengembangan Potensi Unggulan Desa, Vale Bersinergi Kementerian Desa dan Pemprov Sulsel

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus mewujudkan komitmennya dalam melakukan pengembangan terhadap potensi unggulan yang dimiliki sejumlah desa di area pemberdayaannya.

Wujud komitmen tersebut, dihadirkan dengan melaksanakan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui pendekatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM), dimana program tersebut telah dilaksanakan sejak 2018 lalu, melalui sinergi kemitraan bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Guna terus menggenjot implementasi Program PKPM yang telah berjalan dari 2018 lalu tersebut, PT Vale kembali  bersinergi dengan meneken Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Desa dan PDTT, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur, di Hotel Four Points, Jl Andi Djemma, Jumat (8/10/2021).

Presiden Direktur (CEO) PT Vale, Febriany Eddy, mengatakan, kerjasama tersebut, dilakukan untuk mensinergikan program dan kegiatan yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pemberdayaan PT Vale di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Adapun lingkup kerjasama, meliputi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan kawasan perdesaan, implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM), pembinaan dan penguatan kapasitas kelembagaan pemerintahan di tingkat Desa dan Kelurahan, pembinaan dan penguatan kapasitas Badan Kerjasama Antar Desa dan Pembinaan dan penguatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan, atau Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).

Sekedar diketahui, sejak Program PKPM diluncurkan pada 3 Mei 2019 lalu oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, program PKPM telah melalui beberapa tahapan mulai persiapan, perencanaan, implementasi dan monitoring.

Setiap tahapan ini melibatkan seluruh pelaku PKPM antara lain, Tim Koordinasi Kabupaten Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (TKK PPM), Camat, Kades, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Delegasi Desa,dan pendampingan teknis dan pengembangan kapasitas dari PT Vale Indonesia sebagai wujud penerapan semboyan atau tagline Program PKPM yakni “Sinergi Membangun Kawasan” yang memiliki target mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat Desa melalui pendekatan partisipatif dengan mengintegrasikan berbagai kebijakan, rencana, program, dan kegiatan para pemangku kepentingan pada kawasan yang ditetapkan dalam rangka memfasilitasi peningkatan produksi, daya saing, nilai tambah dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah terdampak operasi PT Vale Indonesia.

Lingkup implementasi PPM-PKPM ini, juga meliputi upaya pengembangan kawasan perdesaan yang dilakukan melalui penataan ruang dan menumbuhkan pusat-pusat layanan yang mengarah pada terbentuknya desa-desa berbasis potensi unggulan yang terbagi dalam 10 kawasan pengembangan yang terdapat di 4 Kecamatan, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda dan Malili, di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Adapun 10 kawasan yang dikembangkan, diantaranya kawasan wisata, kawasan pertanian terpadu (Agropolitan), kawasan pengembangan perkebunan lada, kawasan perdagangan dan industri olahan komoditas, kawasan peternakan dan penunjang, kawasan agrowisata, kawasan peternakan dan pengolahan hasil non kayu, kawasan pesisir dan industri hasil olahan laut (Minapolitan), kawasan perkotaan dan layanan jasa, dan kawasan penunjang pertanian dan peternakan.

Sementara itu, 3 pilar Program PKPM yang secara bersama ditumbuhkan, dikuatkan dan dimandirikan, yakni Produk Unggulan Desa (PRUDES) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES), Kelembagaan local BUMDES dan BUMDESMA, dan Hilirisasi produk dan kemitraan berjejaring.

“Melalui kerangka kerjasama ini diharapkan status kawasan perdesaan di akhir program pada 2023 mendatang, semakin mendorong kemandirian dan berdaya saing,” katanya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar, sangat menyambut baik apa yang dilakukan PT Vale. “Semoga program ini terus  berkelanjutan ke depan, sehingga peran Desa semakin mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Penandatangan MoU ini, selain dilakukan Presiden Direktur (CEO) PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, juga dilaksanakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim.

Redaktur : Marwiah Syam

Comment