MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai salah satu upaya mendorong geliat dunia usaha, khususnya sektor UMKM agar semakin bangkit di masa pandemi Covid-19, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel menyelenggarakan Event UMKM Maju di Jaman Pandemi (MAJIC) 2021, di Atrium Trans Studio Mall (TSM), Jl Metro Tanjung Bunga, Rabu (3/3/2021).
Pagelaran UMKM MAJIC Ini sendiri, bersinergi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Selatan, dan beberapa perbankan anggota HIMBARA, dan dilaksanakan selama 5 hari, yakni dari 03 Maret 2021 hingga 07 Maret 2021.
Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, Budi Hanoto, mengatakan, kegiatan yang diberi tajuk UMKM MAJIC ini, merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi fasilitasi promosi produk UMKM secara daring melalui mediasosial Instagram dan Youtube, business matching, kurasi produk, fashion show, capacity building dan onboarding UMKM, yang ditujukan untuk memfasilitasi UMKM memasuki ekosistem digital.
“Pagelaran UMKM MAJIC ini adalah salah satu upaya mendukung kebangkitan UMKM di masa pandemi Covid-19,” katanya kepada awak media, usai pembukaan.
Pagelaran UMKM MAJIC 2021 ini, kata Budi, melibatkan 50 UMKM unggulan daerah di sektor makanan dan minuman sebanyak 50 persen, sektor kerajinan sebanyak 40 persen, dan sektor fashion siap pakai sebanyak 10 persen, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Dengan digelarnya UMKM MAJIC 2021 ini diharapkan momentum kemajuan UMKM Sulawesi Selatan tetap terjaga, yang pada akhirnya dapat mendorong UMKM untuk terus melaksanakan aktivitas ekonomi walaupun berada di masa pandemi dalam rangka memastikan UMKM untuk terus dapat naik kelas,” katanya.
Budi juga menyatakan, pagelaran yang digelar ini diharapkan menjadi momentum bagi dunia usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk lebih adaptif terhadap perkembangan dunia yang semakin dinamis, termasuk dengan hadirnya teknologi informasi dan digital.
Untuk itu, UMKM perlu memiliki keterampilan dan pengetahuandalam meningkatkan keahlian, daya saing, produktivitas, dan akses pasar di era digital.
“Karena itulah, kita terus mendukung perkembangan UMKM dan memperkenalkan produk UMKM unggulan di daerah, baik di sektor kerajinan, kuliner, dan fashion agar makin dikenal luas.Apalagi Bank Indonesia diamanatkan sebagai movement manager oleh pemerintah melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021 yang mempersiapkan UMKM untuk tetap relevan di era industri 4.0,” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam
Comment