Jelang Libur Panjang Maulid Nabi, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Sulawesi Aman

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com РJelang dimulainya libur panjang dan cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan pasokan BBM dan LPG di Sulawesi aman.

Selain stok BBM dan LPG aman, Pertamina juga menyiagakan Delivery Service selama libur panjang. Bahkan, Pertamina MOR VII juga mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) pengamanan pasokan BBM dan LPG yang aktif mulai dari 26 Oktober hingga 03 November 2020.

Unit Manager Comm, Rel dan CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali, mengatakan, Pertamina menambah pasokan LPG Fakultatif sebesar total 1.781 Metrik Ton (MT) khusus untuk Libur Panjang ini dengan rincian Sulsel 829 MT, Sultra 119 MT, Sulteng 223 MT, Sulbar 257 MT, Sulut 246 MT dan Gorontalo 107 MT.

“Untuk LPG Se-Sulawesi kita tambah 1781 MT atau sekitar 593.500 Tabung dari rencana penyaluran awal untuk Oktober 2020 ini sebesar 41.475 MT, sehingga total penyaluran untuk ¬†Oktober 2020 ini direncanakan 43.525 MT atau 14.508.440 tabung LPG,” ujar Laode dalam keterangan Persnya, Selasa (27/10/2020).

Selain itu, kata Laode, Pertamina juga memberlakukan status siaga dan mengawasi seluruh agen dan pangkalan LPG agar menyalurkan LPG sesuai dengan sasarannya.

“Sebagaimana kita gaungkan selalu, kita selalu mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG sesuai peruntukannya,” kata Laode.

Laode juga mengatakan, stok BBM di 17 Fuel Terminal yang memasok BBM se-Sulawesi ini, dipastikan aman melayani masyarakat yang akan bepergian di Libur Panjang ini.

“Masyarakat juga dapat memanfaatkan Pertamina Delivery Service, Pertashop yang sudah hadir di 38 Desa Se-Sulawesi dan menikmati promo lebih hemat Rp250/liter untuk pembelian Pertamax Series dengan menggunakan Aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh di PlayStore dan AppStore yang akan berakhir 31 Oktober 2020 ini,” katanya.

Redaktur : Marwiah Syam

Comment