Unhas Kembangkan Hilirisasi Produk Jagung Sintetis

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Masalah kekeringan dan ketersediaan pupuk nitrogen (N) merupakan pembatas utama dalam pertumbuhan dan produksi jagung. Untuk itu, diperlukan usaha perakitan varietas jagung sintetik yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan pemupukan N rendah.

Berdasarkan permasalahan tersebut, tim peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan hilirisasi produk jagung sintetis.

Varietas jagung sintetik ini sendiri, dapat mendukung penanaman jagung yang lebih luas dan melibatkan petani yang kurang modal sehingga mendukung peningkatan produksi dan swasembada jagung nasional secara berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian, Muh Farid BDR, menuturkan, tujuan jangka panjang dari adanya kegiatan ini agar Unhas sebagai Perguruan Tinggi memiliki usaha bisnis perbenihan secara mandiri dari hasil varietas yang diproduksi.

“Target khusus yang ingin dicapai ini adalah perlindungan varietas tanaman,” jelas Farid, Senin (12/10/2020).

Sekedar diketahui, varietas jagung Sintetik Unhas (SINHAS 1) yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan SK Nomor: 484/HK.540/C/10/2019 (kerjasama penelitian antara Unhas dengan Balitsereal Maros) ini layak dikembangkan untuk mengatasi masalah kekeringan dan nitrogen rendah pada lahan-lahan marginal.

Jagung Sintetik Unhas ini memiliki potensi hasil 10,71 t.ha-1 dengan rata-rata hasil ± 7,82 t.ha-1, hasil pada kondisi cekaman kekeringan ± 6,27 t.ha-1, hasil pada kondisi cekaman nitrogen rendah ± 6,41 t.ha-1, serta hasil pada kombinasi cekaman kekeringan dan nitrogen rendah ± 4,75 t.ha-1.

Redaktur : Marwiah Syam

 

Comment