PANGKEP, BERITAPEDOMAN.com – CSR PT Semen Tonasa melalui program Tonasa Mandiri secara berkesinambungan terus menerus melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan dan pembinaan forum Desa yang berada di wilayah ring 1 semen tonasa secara berkelanjutan.
Upaya korporasi ini untuk mendukung peningkatan roda ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar pabrik yang terus digalakkan seperti memberdayakan pengrajin bambu di Desa Taraweang yang tergabung dalam kelompok pengrajin anyaman bambu.
Kelompok pengrajin anyaman bambu ini sendiri, diketuai oleh Ketua Forum Desa Taraweang di bawah naungan CSR Semen Tonasa yang merupakan stakeholder Semen Tonasa sebagai anggota forum desa yang telah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh PT Semen Tonasa pada 2019 lalu.
Sekedar diketahui, Desa taraweang terkenal sebagai salah satu daerah penghasil bambu terbesar di Kabupaten Pangkep sehingga dapat memberikan motivasi dan inisiasi warga sekitar untuk membuat produk kerajinan yang terbuat dari bambu.
Ketua Forum Desa Taraweang, Alimuddin, menyampaikan, hasil kerajinan bambu ini telah diproduksi sejak 2019 lalu, setelah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh CSR PT Semen Tonasa melalui program CSR Tonasa Mandiri.
Adapun kerajinan bambu yang dihasilkan ini berupa perabot rumah maupun hiasan yang terbuat dari bambu sesuai dengan permintaan konsumen.
“Umumnya produk yang yang diminta oleh konsumen adalah furniture, baik berupa kursi meja maupun hiasan dinding yang terbuat dari bambu yang menjadi permintaan terbesar,” katanya, melalui rilisnya pada Beritapedoman.com, Sabtu (10/10/2020).
Menyinggung soal pasaran kerajinan tersebut, Alimuddin mengatakan, produksi dari anyaman bambu ini dalam satu bulan bisa melayani 10 sampai 12 set furniture.
Untuk saat ini kelompok pengrajin anyaman bambu ini terdiri dari tiga kelompok dimana area pemasaran ataupun pemesanan dari produk anyaman bambu ini selain dari lokal Pangkep juga dari Makassar dan beberapa Kabupaten yang telah dilayani oleh kelompok ini dengan kisaran harga dari masing-masing produk umumnya berkisar antara Rp750 ribu sampai satu juta rupiah.
“Karena saat ini sistem penjualan sudah sangat mudah dilakukan, maka kami melakukan promosi melalui media sosial sehingga produk kami bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat serta sebagai salah satu media promosi untuk memperkenalkan potensi Desa Taraweang lebih luas lagi,” katanya.
Alimuddin juga sangat mengapresiasi manajemen PT Semen Tonasa yang telah mengadakan program pemberdayaan pada masyarakat sekitar pabrik.
“Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sehingga dengan adanya pelatihan ini masyarakat sekitar pabrik, khususnya kami yang berada di Desa Taraweang, dapat menghasilkan produk yang mempunyai ciri khas daerah kami,” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam
Comment