Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah, BI Sulsel Kembali Gelar BEKS 2026 

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memperkuat sinergi dalam mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel. Salah satunya, diwujudkan melalui penyelenggaraan kembali Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2026.

Kegiatan BEKS kali ini, mengusung  tema “Akselerasi Sinergi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan” dan diagendakan akan dilaksanakan sepanjang Oktober 2026.

Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan bahwa kegiatan BEKS ini merupakan komitmen Bank Indonesia untuk secara konsisten memperkuat fondasi ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Adapun penyelenggaraan BEKS yang telah memasuki tahun ketiga sejak pertama kali
dilaksanakan pada 2024 ini mencakup 3 agenda besar utama. Yakni agenda pertama, Seremoni Pencapaian Ekonomi Syariah (Eksyar) Sulawesi Selatan 2026 dengan penyerahan secara simbolis 30 Sertifikat Juleha dan 50 Sertifikat Halal UMKM, 2 Sertifikat Nazhir bagi DMI dan BWI Sulsel, serta dukungan Impactful Program Tani Berkah dan Air Berkah Indonesia bagi 6
pondok pesantren. Selain itu, juga diberikan apresiasi atas partisipasi UMKM EIWA di ajang
Istanbul Fashion Connection (IFCO) 2026, serta penghargaan bagi para pemenang asal
Sulsel dalam Festival Syariah (FESyar) KTI 2026 di kategori ZISWAF unggulan, Olimpiade Eksyar, Halal Chef, dan Modest Fashion .

Agenda kedua, Penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Ekosistem Syariah, yang
mencakup Komitmen Program Wakaf Produktif Pesantren Kabupaten Maros dan
Komitmen Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim Toraja Utara. Komitmen ini, merupakan inisiatif bersama antara BI Sulsel, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis
untuk mengoptimalisasi aset tanah atau lahan wakaf produktif, serta sarana pendukung, dan
industri kreatif sektor pariwisata ramah muslim guna mendukung kemandirian ekonomi
pesantren dan mewujudkan destinasi unggulan yang inklusif dan berdaya saing di Kawasan Timur Indonesia.

Dan adapun agenda ketiga, yakni Forum Ekonomi Syariah yang mengusung tema “Penguatan Ekosistem Ekonomi
dan Keuangan Syariah : Pemanfaatan Lahan Wakaf Produktif Pesantren dan Pariwisata
Ramah Muslim Menuju Sulawesi Selatan sebagai Destinasi Unggulan.

“Melalui sinergi yang semakin kokoh ini, Bank Indonesia Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Sulawesi Selatan yang inovatif, berdaya saing, dan berkeadilan, sehingga terus berkembang menjadi wadah perwujudan program yang impactful, inklusif, dan terintegrasi dalam menghadirkan dampak positif yang terukur, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” kata Rizki, saat Acara Seremoni Pembukaan BEKS 2026, di Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (9/10/2026).

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, mengungkapkan bahwa kegiatan BEKS menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi 90 persen penduduk muslim di Sulsel guna
memperkuat posisi Sulsel sebagai hub ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Kami berharap kegiatan BEKS ini menjadi living agenda tahunan bersama, agar program
pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada seremoni, tetapi semakin memberikan
dampak nyata di 24 kabupaten/kota di Sulsel,” kata Fatmawati.

Direktur Jaminan Produk Halal Kemeterian Agama (Kemenag) Indonesia, Muhammad Fuad Nasar, mengapresiasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam melaksanakan BEKS di Sulsel.

“Penguatan aksi daerah secara tepat sasaran ini menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Fuad.

Comment