MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel mencatat nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 15,47 persen atau hanya mencapai 91,63 Juta Dolar Amerika Serikat (AS), bila dibandingkan nilai ekspor pada April 2020 yang mencapai 108,40 Juta Dollar AS.
Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengatakan, capaian Mei 2020 ini juga mengalami penurunan sebesar 11,50 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 103,54 Juta Dollar AS.
“Capaian ini tercatat menurun dibanding sebelumnya,” katanya melalui siaran pers virtual, Rabu (1/7/2020).
Adapun lima komoditas utama yang diekspor pada Mei 2020 ini, kata Yos, diantaranya komoditas Nikel, komoditas Biji-bijian berminyak dan Tanaman Obat, komoditas Besi dan Baja, komoditas Ikan, Udang dan Hewan Air Tidak Bertulang Belakang Lainnya, serta komoditas Garam, belerang dan kapur dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 57,69 persen, 12,94 persen, 6,74 persen, 4,77 persen, dan 4,60 persen.
“Sebagian besar ekspor pada Mei 2020 ini ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Vietnam, dan Filipina, dengan proporsi masing-masing sebesar 62,26 persen, 30,23 persen, 1,73 persen, 1,63 persen, dan 1,17 persen,” katanya.
Adapun komoditas yang paling berkontribusi besar pada nilai ekspor tersebut, lanjut Yos, masih dicatatkan Nikel sebagai komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulawesi Selatan pada Mei 2020 dengan nilai sebesar 52,86 juta Dollar AS (57,69 persen).
Disusul komoditas Biji-bijian berminyak dan Tanaman Obat sebesar 11,86 juta Dollar AS (12,94 persen), komoditas Besi dan Baja sebesar 6,18 juta Dollar AS (6,74 persen), Ikan, Udang dan Hewan Air Tidak Bertulang Belakang Lainnya sebesar 4,37 Juta Dollar AS (4,77 persen), serta Garam, Belerang dan Kapur sebesar 4,22 juta Dollar AS (4,60 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.
Jika dibandingkan dengan April 2020 maka ekspor komoditas Nikel mengalami penurunan sebesar 26,88 persen, komiditas Biji-bijian berminyak dan Tanaman Obat naik 31,81 persen, komoditas Besi dan Baja naik sebesar 62,87 persen, komoditas Ikan, Udang dan Hewan Air Tidak Bertulang Belakang Lainnya naik 30,33 persen. Begitu pun, komoditas Garam, Belerang dan Kapur meningkat sebesar 94,57 persen.
“Walaupun ada peningkatan angka, tetap pada periode Mei 2020 ini nilai ekspor Sulsel mengalami penurunan,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment