Walhi Sebut Pernyataan Gubernur Sulsel Terkait Penyebab Longsor di Poros Palopo – Toraja Adalah Keliru dan Tidak Berbasis Riset

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Provinsi Sulawesi Selatan angkat bicara terkait pernyataan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, soal penyebab longsor di jalan poros Palopo – Toraja, dimana Gubernur Sulsel menyatakan bahwa alih fungsi lahan dan curah hujan menjadi penyebab bencana longsor.

Direktur Eksekutif WALHI Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin, mengatakan, pernyataan Gubernur Sulsel sangat keliru dan memperlihatkan bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.

“Saya harus mengatakan bahwa pernyataan Gubernur Sulsel tentang penyebab longsor terkesan menyalahkan masyarakat yang sama sekali tidak pernah melakukan alih fungsi lahan. Malah penyebab sesungguhnya adalah adanya praktek penguasaan lahan hutan oleh mantan pejabat pemerintah yang luasnya mencapai 75 Ha. Maka perlu saya tegaskan bahwa pernyataan Gubernur Sulsel adalah tidak tepat,” katanya melalui rilis pada Beritapedoman.com, Sabtu (27/6/2020).

Amin juga menilai bahwa pernyataan yang dikeluarkan Gubernur Sulsel adalah menunjukan tidak berkompetennya orang-orang disekelilingnya, termasuk tim ahli, Kepala OPD dan lain-lain.

“Saya tidak mengerti kenapa Gubernur Sulsel bisa mengatakan seperti itu. Bahkan pernyataan tersebut memperlihatkan kalau tim ahlinya tidak bekerja dan memberikan advise yang benar ke Gubernur Sulsel,” katanya.

Amin juga mengatakan, bahwa pihaknya juga tidak setuju kalau pemerintah meminta masyarakat untuk tidak bermukim atau meninggalkan lokasi tersebut, karena masyarakat di sana bukan masalah, tetapi korban dari buruknya tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) di Sulsel.

“Saat ini anggota Walhi Sulsel di Kota Palopo sedang mengkaji penyebab longsor tersebut. Untuk sementara, teman-teman menilai bahwa penguasaan lahan hutan dan perusakan hutan oleh para mantan pejabat daerah ini menjadi penyebab utamanya, sehingga mereka lah yang harus segara ditindak. Bukan malah meminta masyarakat untuk meninggalkan tanah yang telah lama mereka tinggali,” katanya.

Sekedar diketahui, bencana longsor di jalan poros Toraja – Palopo terjadi Jumat (26/6/2020) kemarin sore. Hingga saat ini, belum ada korban jiwa, namun beberapa rumah rusak akibat longsor.

Editor : Marwiah Syam

Comment