MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sejumlah organisasi pers di Makassar Sulawesi Selatan, akhirnya membentuk Jurnalis Peduli Kemanusiaan (JPK) untuk mengalang bantuan kemanusiaan pada tenaga medis di Sulsel.
Koordinator JPK, Darwin Fatir, mengatakan, penggalangan donasi ini untuk menyikapi masalah krusial pada tenaga medis yang kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) di sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit.
“Kondisi di lapangan yang kami dapati faktanya memang kekurangan APD, baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit. Bahkan, tenaga medis menyebut alat kelengkapan diri mereka tidak ada, sehingga pasien tidak terlayani dengan baik,” ungkapnya, Rabu (1/4/2020).
Pembentukan JPK ini, kata Darwin, atas nama cinta dan kemanusiaan melibatkan lintas organisasi media yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Indepanden (AJI) Makassar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel dan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel, dan Perwarta Foto Makassar.
“Gerakan ini, akan mengumpulkan bantuan dana dan Alat Perlindungan Diri (APD) yang peruntukannya diprioritaskan untuk membantu kebutuhan APD para tenaga medis di Makassar dan Sulsel pada umumnya,” katanya.
Untuk posko Jurnalis Peduli Kemanusiaan berada di Sekretariat AJI Makassar jalan Toddopuli VII nomor 23 A Makassar.
Sedangkan donasi ikut berbagi, bisa melalui rekening BNI Makassar, an. M Darwin F di nomor rekening 584667615.
“Sekecil apapun bantuan Anda, tentu akan sangat bermanfaat bagi para tenaga medis,” katanya.
Ketua AJI Makassar, Nurdin Amir, mengatakan, keputusan ini sebagai langkah strategis organisasi jurnalis untuk terlibat langsung dalam pengumpulkan bantuan, maupun donasi yang akan digunakan membuat APD bagi tenaga medis yang saat ini sangat membutuhkan ditengah pandemi virus corona.
Apalagi, kasus ini terus bertambah, bukan hanya di tingkat rumah sakit rujukan dan penyangga, tapi juga sampai tingkatan Puskesmas. Kendala utamanya, adalah APD sehingga mereka tidak bekerja maksimal menangani pasien karena ada resiko disitu, akibatnya pasien terkesan diabaikan.
“Kami memutuskan ikut memberi kontribusi sebisa mungkin dengan menggalang bantuan dana, maupun bantuan APD untuk didistribusikan kepada yang memerlukan saat ini, karena APD ditingkat Puskesmas maupun rumah sakit sangat kekurangan,” kata Nurdin.
Sementara Ketua IJTI Sulsel, Hudzaifah Kadir, menambahkan, pelibatan organisasi jurnalis ini sebagai bentuk kepedulian secara serius untuk membantu penanganan pandemi corona.
“Jurnalis juga memiliki kepekaan dan gerakan ini sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, utamanya tenaga medis yang kesulitan APD. Ini juga membuktikan bahwa jurnalis tidak hanya mengabarkan informasi tapi ikut peduli atas perkembangan yang terjadi,” katanya.
Sekedar diketahui, saat ini bantuan donasi awal setelah pembentukan Jurnalis Peduli Kemanusiaansebesar Rp1.050 juta. Sementara target pemenuhan APD bagi tenaga medis sebanyak 1.000 buah.
Editor : Marwiah Syam
Comment