MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Umat Hindu Bali di Makassar menyelenggarakan Festival Banjar di Pura Giri Natha, Jl Perintis Kemerdekaan, Minggu (15/3/2020).
Kegiatan Festival Banjar ini sendiri, selain menampilkan kearifan lokal masyarakat Bali, juga merupakan salah satu rangkaian acara menyambut Hari Raya Nyepi.
Salah satu menarik dari Festival Banjar tersebut, adalah lomba masak berbagai macam kuliner khas Bali yang disuguhkan secara tradisional dan dipastikan hanya bisa ditemui di Bali, dimana semua peserta masaknya adalah laki-laki. Sedangkan peserta perempuan hanya mengikuti lomba membuat kue tradisional Bali.
Ketua Festival Banjar, I Made Semadi, mengatakan, Festival Banjar ini baru pertama kali dilaksanakan di Makassar.
Momen tersebut, diharapkan bisa lebih mengenalkan budaya dan kuliner khas Bali ke masyarakat Makassar, sekaligus diharap bisa menumbuhkan bakat pengusaha-pengusaha kecil di bidang kuliner Bali dan mendorong kuliner Bali makin diminati masyarakat Makassar.
Selain itu, momen Festival Banjar ini juga lebih untuk mempererat keakraban sesama masyarakat Bali yang bermukim di Makassar.
“Festival Banjar ini juga upaya masyarakat Bali dalam melestarikan budaya Bali,” katanya pada Beritapedoman.com, saat disambangi di lokasi Festival Banjar.
Dalam Festival Banjar ini, katanya, juga ada kegiatan donor darah, suguhan tarian daerah, dan lomba mewarnai.
“Mudah-mudahan budaya Bali lebih dikenal secara luas lagi lewat Festival Banjar ini,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Makassar, Rosmayani Majid, sangat mengapresiasi Festival Banjar yang digelar pertama kalinya di Makassar.
Dikatakan Rosmayani, kegiatan ini sangat diapresiasi baik dan sangat didukung Pemerintah Kota Makassar karena menampilkan ragam kearifan lokal budaya Bali, baik kuliner dan tarian.
“Selain melestarikan budaya Bali di Makassar, kegiatan ini juga bisa menjadi magnet bagi wisatawan yang berkunjung ke Makassar. Kami berharap Festival Banjar ini bisa diagendakan tiap tahunnya, dan masuk agenda pariwisata di Makassar,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment