BERITAPEDOMAN.com – Menteri BUMN, Erick Thohir, akan mengusut perusahaan milik negara yang meraup lahan kerja di luar lingkup bisnis intinya.
Seperti dilansir dari Liputan6.com, Rabu (11/12/2019), penegasan tersebut, juga dibenarkan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, yang mengatakan Menteri BUMN akan bongkar BUMN yang rakus bisnis.

“Kami ingin buat semua BUMN kembali ke core business masing-masing. Itu tetap mekanisme bisnis,” tegas Arya, di Novotel Hotel Cikini, Jakarta, Selasa (10/12/2019) kemarin.
Dia lantas memberikan contoh adanya 85 hotel yang dimiliki sejumlah perusahaan pelat merah.
Namun, hotel-hotel tersebut tak semuanya menjadi bagian dari BUMN perhotelan, yakni PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau Inna Hotel Group.
Beberapa diantaranya dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) Tbk dan PT PANN Multi Finance.
Perusahaan tersebut, merambah bisnis perhotelan guna menambal kas pemasukan.
“PT PANN punya hotel besar di Bandung. Saya tanya, apakah itu menguntungkan? Mereka bilang iya pak, itu buat bantu kami bayar gaji-gaji (karyawan),” ungkap Arya.
Tak hanya perhotelan, Arya juga menyoroti aksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang membuka rumah sakit.
Begitu juga dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang mencomot bisnis di bidang logistik, dimana itu seharusnya dijalankan oleh PT Pos Indonesia (Persero).
“Ternyata logistik bukan hanya punya PT Pos. Di BUMN perkebunan juga ada, Pelindo dan Garuda juga. Semua ada bisnis logistik,” cibirnya.
Fakta tersebut, dianggapnya jadi tantangan untuk bisa mengembalikan tiap BUMN untuk dapat bergelut di core business-nya masing-masing. “Ini tantangan kita ke depan,” tegasnya.
Comment