Dorong Peningkatan Ekspor, BI Sulsel Kembangkan Budidaya Intensif Udang Vaname di Pangkep

PANGKEP, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel mendorong peningkatan ekspor di sektor perikanan dengan mengembangkan budidaya udang vaname di Kabupaten Pangkep.

Pengembangan budidaya udang vaname tersebut, merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam rangka pengelolaan Current Account Defisit (CAD) atau Defisit Transaksi Berjalan dengan mendorong peningkatan ekspor di Sulawesi Selatan, serta memperkuat UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Pengembangan udang vaname ini sendiri, dilaksanakan di Pokdakan Sahabat Solo berlokasi di Kampung Solo, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, dan Pokdakan Minasaupa di Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labakkang.

Adapun pemilihan lokasi pengembangan udang vaname ini sendiri, diantaranya karena sebagai salah satu sentra utama penghasil udang vaname di Sulsel yang memiliki potensi pengembangan sangat menjanjikan, didukung keunggulan dan potensi dari segi geografis sebagai sentra perikanan budidaya Sulsel dengan dukungan wilayah berpesisir.

Yang kedua, akses yang relatif dekat dengan Kota Makassar yang memiliki infrastruktur pelabuhan laut dan pabrik pengolahan udang di Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Yang ketiga, mayoritas pembudidayanya masih menggunakan metode tradisional, sehingga produktivitasnya dapat lebih ditingkatnya.

Yang keempat, pengembangan dengan metode intensif di Kabupaten Pangkep ini diharapkan dapat menginisiasi pembudidaya lainnya untuk mengimplementasikan hal yang serupa, sehingga peningkatan produktivitas dapat lebih luas.

Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Endang Kurnia Saputra, mengungkapkan, pengembangan budidaya udang vaname ini bekerjasama dengan Pemkab. Pangkep dan dunia usaha yang merupakan salah satu industri dan eksportir udang terbesar di Sulsel.

“Untuk itulah, melalui pembinaan yang secara sinergis dilakukan bersama ini, diharapkan kualitas udang vaname yang dibudidayakan dapat memenuhi standar ekspor dan tercipta hilirisasi produk olahan yang selanjutnya dapat di ekspor ke negara tujuan,” katanya saat panen bersama, di Kampung Solo, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Selasa (10/12/2019).

Pengembangan budidaya udang vaname di Kabupaten Pangkep yang dilakukan Bank Indonesia ini, katanya, tidak hanya melalui pembinaan dan bantuan teknis, namun juga pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa sarana dan prasarana pengembangan udang vaname metode intensif kepada Pokdakan Sahabat Solo di Kampung Solo Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene dan Pokdakan Minasaupa di Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labakkang.

Adapun bantuan teknis yang diberikan oleh Bank Indonesia dalam program klaster pengembangan ekonomi lokal ini, diantaranya berupa pelatihan, penelitian, penyediaan informasi, dan fasilitasi yang bertujuan untuk mendorong peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan akses pemasaran dan keuangan, serta peningkatan nilai tambah melalui pengembangan produk turunan.

“Selanjutnya, sinergi program kerja antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah dan dunia usaha dalam pengembangan klaster ketahanan pangan ini akan terus berlanjut dan direplikasi di wilayah lain untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan, kestabilan harga, dan peningkatan ekspor, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.

Sementara, Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, sangat mengapresiasi langkah dan upaya Bank Indonesia Sulsel melakukan pengembangan budidaya udang vaneme dengan motode intensif ini.

“Kami harap ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan dan kesejehateraan pembudidaya, namun juga dapat mendorong perekonomian Pangkep untuk tumbuh lebih tinggi dan inklusif lagi, mengingat salah satu mata pencaharian di Kabupaten Pangkep adalah budidaya udang,” katanya.

Editor : Marwiah Syam


Comment