Mesin Kendaraan Cepat Keok? Ini Penyebabnya

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Orang kadang tidak pernah mau bersusah payah memikirkan cara meminimalisir kerusakan mesin pada kendaraan, sehingga semena saja menggunakan BBM tanpa mau tahu kandungan BBM tersebut.

Sehingga ketika kendaraan rusak atau cepat keok, baru kebingungan mencari solusi dan penyebabnya.

Lantas apa sih penyebabnya kenapa mesin kendaraan cepat keok? Bagaimana caranya supaya mesin kendaraan lebih awet??

Sekedar diketahui, cepat rusaknya dan tidaknya mesin kendaraan, itu juga sangat ditentukan dari BBM yang digunakan loh.

Hanya saja seribu sayang, konsumen masih ogah mengaplikasikannya, dan baru menyesal saat kendaraan sudah rusak, dan uang yang dikeluarkan untuk perbaikannya jauh lebih mahal.

Kepala Mekanik Astra Honda, Hedarman, mengungkapkan, penggunaan BBM yang tepat dan sesuai, akan membuat mesin bekerja secara maksimal dan lebih awet, yang tentunya hal itu membuat kendaraan juga tidak cepat kalah atau keok.

Namun disayangkan, saat ini kok masih banyak pengguna kendaraan yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin Premium, padahal uang yang dihemat tersebut, kalah banyak dibanding dengan uang yang perlu dikeluarkan saat kendaraan rusak.

“Sungguh disayangkan, paradigma inilah yang harus diubah para pemilik kendaraan, agar tak menyesal nantinya,” katanya pada Beritapedoman.com via WhatssApp, Jumat (29/11/2019).

Lantas kenapa BBM sangat mempengaruhi mesin kendaraan? Ya karena semakin rendah nilai oktan yang digunakan, maka akan semakin lambat pembakarannya pada mesin.

Hal itu dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi yang akan berakibat lebih sulit menguap.

Nah, jika konsumen terus memaksa menggunakan bahan bakar rendah oktan tersebut, maka ruang pembakaran pada kendaraan juga akan lebih cepat kotor.

Hal ini tentunya, akan mengganggu performa kendaraan yang juga berakibat pada usia kendaraan.

“Jadi, kalau mau hemat mesin kendaraannya, sebaiknya gunakan bahan bakar yang ber oktan tinggi. Memang sih agak mahal sedikit, tapi akan membuat mesin lebih awet dan tidak cepat rusak,” katanya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment