Atasi Stunting, Bulog Tawarkan Inovasi Beras Sehat

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Semangat Pemerintah untuk menciptakan SDM unggul melalui strategi percepatan pencegahan stunting (anak kerdil) dan program percepatan perbaikan gizi masyarakat, didukung penuh oleh Perum BULOG melalui penyediaan pangan yang sehat dan bermutu, yaitu beras berfortifikasi sebagai inovasi beras sehat (healthy rice).

Stunting sendiri, merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis dalam waktu cukup lama.

Karena itulah, melalui tugas Bulog ini turut mendukung program Pemerintah dalam intervensi gizi sensitive melalui peningkatan akses pangan bergizi pada program Bantuan Pangan Non Tunai untuk keluarga kurang mampu dan memberikan akses pada fortifikasi bahan pangan utama.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Mayjen TNI (Pur) Bachtiar, mengungkapkan, inovasi beras sehat ini merupakan wujud nyata dukungan Bulog dalam intervensi gizi sensitif untuk percepatan pencegahan stunting.

Salah satunya dengan merilis beras fortifikasi ini, dimana beras sehat ini diperkaya banyak vitamin dan mineral, diantaranya vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B9 (Asam Folat), vitamin B12, Zat Besi (Iron), dan Zink.

Pelaksanaan penyediaan beras berfortifikasi ini sendiri, bekerjasama dengan salah satu perusahan penyedia kernel fortifikan.

Ini juga merupakan Peraturan Presiden nomor 48 tahun 2016 tentang Penugasan Pemerintah kepada Perum Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional yang mengamanahkan agar Bulog menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CPB) dan menyalurkan beras kepada masyarakat berpendapatan rendah.

“Atas penugasan tersebut, penyediaan dan penyaluran beras fortifikasi kepada masyarakat berpendapatan rendah diharapkan dapat semakin berdaya ungkit untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat, mengingat beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, sehingga vitamin dan mineral yang ditambahkan juga lebih bisa dipastikan terasup,” katanya, Selasa (19/11/2019).

Secara teknis, memproduksi beras fortifikasi, katanya, bukan hal baru bagi Bulog, karena Pada 2014 lalu, Bulog juga dilibatkan dalam pengembangan pilot project Fortifikasi Beras Bagi Keluarga Miskin, melalui kerjasama Pemerintah dengan Asian development Bank (ADB) dan menggunakan dana Hibah Japan Fund for Poverty Reduction (JFPR).

Saat itu, Perum Bulog terlibat aktif dalam kerjasama tersebut, khususnya dalam bidang produksi dan distribusi Raskin fortifikasi.

Beras Raskin tersebut, sebagai upaya untuk mengurangi dampak anemia bagi masyarakat berpendapatan rendah, terutama bagi ibu hamil, menyusui dan anak balita.

Hasil acceptance trial terhadap beras fortifikasi oleh SEAFAST Center, Institut Pertanian Bogor sendiri, menunjukkan bahwa beras fortifikasi dapat diterima dengan baik oleh konsumen karena tidak merubah warna, rasa, dan bau dari beras biasanya.

“Hal itu dikarenakan komposisi dan level fortifikasi dalam 100 gram Raskin pada 2014 lalu, mencakup Zat Besi (8 mg), Asam Folat (20 µg), Vitamin B1 (0,64 mg), Vitamin B12 (1,0 µg), Niasin (6 mg) dan Zinc (3 mg),” katanya.

Editor : Marwiah Syam

Comment