BULUKUMBA, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel menggelar Gebyar Cinta Rupiah sebagai bagian kampanye pada masyarakat agar lebih menjaga dan mencintai rupiah.

Gebyar Cinta Rupiah ini sendiri, sejatinya juga dilaksanakan di Kabupaten lainnya di Sulsel, yakni Palopo, Pare-pare, Bone. Tapi acara puncaknya dilaksanakan di Bulukumba.

Pada kegiatan ini, juga diikuti sejumlah bank yang ikut andil melayani penukaran uang, baik konvesional dan swasta, diantaranya BRI, BNI, BNI Syariah, BTN, BTPN, Bank Sulselbar, Bank Mandiri, Mandiri Syariah, Danamon, Bank Sahabat Sampoerna, BPR Pataru Laba.
Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengungkapkan, kegiatan Gebyar Cinta Rupiah ini merupakan kegiatan yang ditujukan kepada masyarakat luas untuk lebih memahami mengenai penggunaan uang secara benar.

Apalagi, masyarakat sampai saat ini masih minim pemahamannya mengenai hal itu. Bahkan, masih banyak belum mengetahui uang layak edar dan tidak layak edar.
“Untuk menukarnya pun mereka tidak tahu, sehingga masih banyak didapati uang lusuh dan tidak layak edar digunakan bertransaksi. Untuk itu, kegiatan ini diadakan agar masyarakat lebih teredukasi dan paham, sekaligus menukarkan uangnya di sejumlah bank yang ikut andil,” katanya disela-sela kegiatan Gebyar Cinta Rupiah, Jl Pemuda, Bulukumba, Minggu (6/10/2019).
Gebyar Cinta Rupiah ini, katanya, sengaja memilih Bulukumba sebagai puncak kegiatan, karena mencatatkan Bulukumba sebagai salah satu Kabupaten terbesar yang memberikan kontribusi peningkatan ekonomi dan perputaran uang.
Sekedar diketahui, kas titipan di Bulukumba mencapai Rp179 Miliar. Jumlah tersebut, di luar pemenuhan bank-bank yang ada di Bulukumba.
Hanya saja, perputaran uang di tengah-tengah masyarakatnya, tidak diiringi dengan pemahaman mengenai uang itu sendiri. Bahkan, acap kali ditemukan uang tidak layak edar digunakan bertransaksi.
“Untuk itulah, kami hadirkan Gebyar Cinta Rupiah sebagai ajang kampanye, agar masyarakat lebih menjaga dan lebih mencintai rupiah dan paham mana uang layak edar dan tidak layar edar,” katanya.
Sementara, Bupati Bulukumba, A. M. Sukri A. Sappewali, mengungkapkan, pihaknya sangat gembira atas pelaksanaan kegiatan Gebyar Cinta Rupiah ini.
Dengan terpilihnya Bulukumba sebagai pusat kegiatan, itu berarti Bulukumba memiliki arti bagi perekonomian di Sulsel.
“Kami bahagia menjadi bagian penting dari kegiatan ini dan berterimakasih pada Bank Indonesia, karena telah menyelenggarakan kegiatan ini. Tentunya hal ini bisa memberikan edukasi pada masyarakat agar lebih mencintai lagi rupiah dan memperlakukannya secara benar. Saya juga mengimbau perbankan yang beroperasi di Bulukumba, agar tiap hari melayani masyarakat yang ingin menukar uangnya, agar tidak ada lagi uang lusuh ditemukan beredar di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment