Dukungan Pertamina Dongkrak Usaha Bumbu Tradisional “Alminana” Mengharum ke Mancanegara

GOWA, BERITAPEDOMAN.com – Bentuk dukungan Pertamina berupa program CSR yang digelontorkan kepada para pelaku usaha kecil menengah (UKM) makin mantap memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan dan kemajuan UKM di berbagai daerah, tak terkecuali di wilayah Sulsel.

Salah satunya, usaha bumbu tradisional khas Sulsel “Alminana” Ibu Aminah AN (58 thn) yang terletak di jalan Balla Lompoa, daerah Limbung, Kabupaten Gowa.

Saat ditemui Beritapedoman.com, disela-sela kesibukannya mengawasi pengemasan, Ibu Aminah AN menuturkan kisahnya yang bermodalkan dari hobi memasak dan meracik bumbu tradisional, mempeloporinya mendirikan usaha bumbu “Alminana” sejak 2010 lalu, dan makin eksis mengepakkan sayap bisnisnya sejak terbantukan modal dari program CSR Pertamina sebesar Rp40 juta sejak 2015 lalu.

Sejak join menjadi mitra Pertamina, diakuinya telah memiliki delapan karyawan yang membantunya dalam pengemasan bumbu tradisional, dimana dalam tiap bulannya, kini telah memproduksi bumbu tradisional “Alminana” empat hingga lima kali yang reratanya minimal 600 bungkus bumbu tiap satu kali produksi, yang artinya dalam sebulannya Ibu Aminah memproduksi minimal 3.000 bungkus bumbu.

Tak hanya makin terbantu, kini usaha bumbu “Alminana” juga telah dipasarkan di pasar ritel, berbagai kantor, dan diklaim menjadi distributor bumbu tradisional di hampir semua Rumah Sakit yang ada di Makassar.

Bahkan, bumbu tradisional “Alimanana” juga ikut semakin mengharum ke kancah internasional, berkat bantuan promosi Pertamina di kegiatan pameran di Jakarta dan promosi Atase Perdagangan yang membawanya go ke berbagai negara, seperti Belanda, Dubai, dan Afrika.

Bumbu tradisional Ibu Aminah AN tak hanya go internasional saja, tapi juga telah tersertifikasi BPOM.RI.MD : 255620003005.

Bahkan, beragam penghargaan telah diraihnya, salah satunya dari piala Presiden yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, ini semua berkat bantuan Pertamina, sehingga usaha bumbu saya makin eksis sampai ke luar negeri. Awalnya, hanya dikenal dari mulut ke mulut saja, namun sejak terbantukan modal dari Pertamina, usaha saya makin meningkat dengan penyuguhan produk yang dikemas secara menarik. Apalagi, juga telah ditunjang peralatan yang sempurna,” katanya, Senin (29/7/2019) sore.

Mengenai omset dari tiap bulannya sendiri, Ibu Aminah mengakui, tergantung dari pemesanan, tapi paling ramai pesanan saat jelang Idul Adha. “Minimal Rp15juta dalam per bulannya, tapi kalau ramai pesanan, omset bisa mencapai Rp35 juta dalam sebulannya,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Varian bumbu yang ditawarkan pun, katanya, beragam, diantaranya bumbu Konro, bumbu Coto, bumbu Pallubasa, bumbu Sop saudara, bumbu Toppalada, bumbu Pallu kaloa, bumbu Opor dan sambal tumis yang dibanderol hanya Rp25 ribu per kemasannya.

“Bumbu ini ada yang dikemas secara basah dan kering, dan tahan hingga setahun tanpa bahan pengawet. Untuk satu kemasan bumbu diperuntukkan masakan untuk 10 orang,” katanya.

Terkait rencana ekspansi bisnis kedepannya, Ibu Aminah mengakui, akan memperluas usaha dengan membuka usaha lainnya, salah satunya usaha warung makan.

“Tapi saya tunggu dulu pensiun dari kerjaan saya. Maklum, selain hobi memasak, saya juga terdaftar sebagai PNS di salah satu Rumah Sakit di Makassar. Jadi, saat ini masih fokus di kerjaan dan bisnis bumbu. Mudah-mudahan kedepannya makin berkah, terimakasih banyak buat Pertamina,” katanya sambil tersenyum.

Penulis/Editor : Marwiah Syam


Comment