Ramadhan 1440 H, Pertamina MOR VII Sulawesi Berangkatkan 3.560 Pemudik Gratis

MAKASSAR, Beritapedoman.com – Pertamina MOR VII Sulawesi kembali memberangkatkan pemudik gratis tahun ini. Mudik gratis “Bareng-bareng Mudik” dari Makassar ini merupakan kedua kalinya diselenggarakan oleh Pertamina MOR VII Sulawesi, dan tercatat Ramadhan 1440 H ini, diberangkatkan 3.560 pemudik gratis dengan rute Makassar-Baubau, dan Makassar-Surabaya.

Program Bareng-Bareng Mudik ini sendiri, merupakan program Pertamina yang ditujukan kepada masyarakat pelanggan setia produk berkualitas Pertamina. Mudik gratis ini juga diperuntukkan bagi marbot masjid, serta mitra kerja Pertamina, yakni mekanik bengkel, petugas SPBU dan Pangkalan LPG, Awak Mobil Tangki.

General Manager Pertamina MOR VII Sulawesi, Chairul Alfian Adin, mengungkapkan, program Pertamina “Bareng-bareng Mudik” 2019 ini, merupakan wujud dari tanggungjawab sosial, serta bentuk kepedulian dan apresiasi Pertamina bagi mitra kerja dan konsumen setia Pertamina yang telah mendukung bisnis perusahaan dan berkontribusi bagi kemajuan perseroan, dimana tahun ini merupakan kali keempat belas diselenggarakan oleh Pertamina, dan Makassar adalah kedua kalinya.

Program Bareng-bareng Mudik ini sendiri, diberangkatkan secara bertahap, karena disesuaikan jadwal keberangkatan, dimana Rabu (29/5) kemarin, Pertamina MOR VII Sulawesi telah memberangkatkan pemudik gratis tahap pertama sebanyak 700 orang tujuan Surabaya.

Untuk tahap kedua hari ini, diberangkatkan 1.132 orang pemudik tujuan Baubau.

Selanjutnya, dijadwalkan Jumat (31/5) besok, akan diberangkatkan 1.232 pemudik gratis tujuan Baubau. Sementara, gelombang terakhir akan diberangkatkan 496 pemudik gratis rute Makassar-Surabaya pada 3 Juni 2019.

“Seluruh pemudik dari wilayah Sulawesi ini diberangkatkan menggunakan Kapal Laut milik PT Pelni. Adapun armadanya, yaitu KM Gunung Dempo dan KM Tidar untuk tujuan Surabaya. Sedangkan, untuk tujuan Baubau menggunakan KM Lambelu dan KM Dorondola,” kata Chairul saat melepas dan mengantar langsung para pemudik, di Ruang Tunggu Keberangkatan Pelabuhan Soekarno Hatta, Kamis (30/5/2019).

Sebagian besar pemudik gratis ini, kata Chairul, 97,4 persennya dari masyarakat umum, dan sebesar 2,6 persen merupakan kuota yang dialokasikan oleh Pertamina untuk mitra kerja, mekanik bengkel, petugas SPBU, awak mobil tangki dan marbot masjid yang ingin bersilaturahmi di Hari Raya Idulfitri 1440 H ini.

Profil peserta pemudik 2019 ini, juga tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, dimana sebagian besar pemudik tujuan Makassar-Surabaya merupakan perantau pelaku usaha yang berasal dari Jawa.

Sementara untuk tujuan Baubau di dominasi oleh pelajar dan mahasiswa yang sedang menjalankan studi di Kota Makassar.

“Dengan mudik gratis ini, selain diharap memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin pulang kampung, juga tentunya diharap program ini membantu mereka dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga mereka masing-masing di momen lebaran ini,” katanya.

Salah satu warga masyarakat Baubau yang beruntung mendapatkan tiket kapal laut gratis lewat Program Bareng-bareng Mudik yang diadakan PT Pertamina, Rohana (64) tahun, yang ditemani empat cucunya, tampak sumringah dan terlihat sangat bahagia saat bersiap-siap mudik lebaran ke kampung halamannya di Baubau, Sulawesi Tenggara.

“Senang rasanya. Sudah lebih 10 tahun saya tidak mudik,” ujarnya dengan wajah berbinar.

Tak kalah bahagianya, perasaan yang sama juga dirasakan Mahyudin Kamarullah, Mahasiswa semester empat di Universitas Negeri Makassar (UNM) ini juga sudah tak sabar ingin sampai ke kampungnya di Baubau. “Saya mudik bareng dua teman saya,” ujar mahasiswa yang mengambil jurusan olahraga itu.

Program mudik gratis Pertamina MOR VII ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Ilyas Iskandar.

Ilyas mengungkapkan, program mudik gratis untuk masyarakat ini sangat bermanfaat dan membantu. “Semoga program ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan Pertamina, karena sangat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung tapi terkendala biaya akomodasi,” katanya.

Editor : Marwiah Syam

————————————————————– 


Comment