Beritapedoman.com – Sekira empat tahun lalu, seorang remaja berusia 13 tahun asal Australia bersama rekannya berhasil dua kali membobol sistem Apple.
Remaja tersebut, melakukannya lantaran ingin mendapat pekerjaan di Apple.
Identitas remaja ini tak diungkapkan, demikian pula rekannya. Yang jelas, kasus telah berproses di pengadilan Adelaide, dan kini remaja itu sudah berumur 17 tahun.
Mark Twiggs, sang pengacara, mengungkapkan, pelaku telah dibebaskan.
“Syaratnya, Ia berperilaku baik selama sembilan bulan. Pun dengan rekannya, yang berusia lebih tua. Apple sama sekali tidak mengalami kerugian akibat perbuatan mereka,” terangnya, seperti dikutip Telset.id dari TechSpot, Kamis (30/5/2019).
Dikatakan Mark, remaja ini nekat menerobos sistem Apple karena yakin bakal mendapat tawaran pekerjaan, jika akhirnya ketahuan.
Nahas, Apple justru mengontak FBI dan meneruskannya ke polisi Australia.
“Ia terinspirasi dari seorang peretas yang berhasil mendapat pekerjaan setelah membobol sistem perusahaan. Faktanya, Ia malah menjalani sidang. Beruntung, pengadilan mempertimbangkan masa depannya,” tambah Mark.
Terkait masa depan yang dipertimbangkan oleh pengadilan, pelaku memang bercita-cita menjadi seorang ahli sistem keamanan, serta kriminolog.
Kalau sampai punya catatan kriminal, pelaku bakal tak bisa mencapai cita-cita itu.
“Jadi pengadilan akhirnya memutuskan untuk tidak memberi catatan kriminal. Hakim juga menyebut bahwa pelaku punya bakat di bidang teknologi informatika. Namun, hakim minta agar bakat tersebut tak disalahgunakan,” pungkas Mark.
Editor : Marwiah Syam
Comment