MAKASSAR, Beritapedoman.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel mencatatkan Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,42 persen pada periode April 2019.
Inflasi tersebut, disebabkan oleh naiknya harga pada enam kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya harga konsumen atau IHK, dan dicatatkan paling tinggi memberikan kontribusi pada nilai inflasi tersebut, adalah naiknya harga kelompok bahan makanan sebesar 1,51 persen.
Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengungkapkan, nilai inflasi periode ini dicatatkan memang paling tinggi disumbangsih oleh kelompok bahan makanan yang andil 1,51 persen.
“Kontribusi tersebut, di antaranya komoditas cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat sayur, tomat buah, cabai rawit dan ikan cakalang,” katanya di Kantornya, Jl Haji Bau, Jumat (3/5/2019).
Selain kelompok bahan makanan, kata Yos, juga tercatat kelompok lainnya yang memberikan andil pada laju inflasi tersebut, di antaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang andil 0,19 persen, kelompok sandang 0,18 persen. Diikuti kelompok kesehatan 0,10 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen.
Sedangkan, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan memberikan kontribusi sebesar 0,02 persen pada laju inflasi April kemarin.
Selain itu, dari lima kota IHK di Sulsel, yakni Bulukumba, Watampone, Palopo, Pare-pare, Makassar, semuanya dicatatkan mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi, dicatatkan di Kota Palopo dengan kontribusi sebesar 0,50 persen dengan nilai IHK sebesar 134,66.
“Sedangkan inflasi terendah dicatatkan di Kota Pare-pare dengan sumbangsih sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 129,45,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment