JAKARTA, Beritapedoman.com – Konsorsium yang dipimpin Ilham Habibie melalui Al Falah Investments Pte Limited menunjukkan komitmennya dalam membereskan persoalan di PT Bank Muamalat dengan menyuntikkan modal awal sebesar Rp2 triliun.
Ilham Habibie, yang saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Bank Muamalat, mengungkapkan, suntikan modal Rp2 triliun ini merupakan langkah awal komitmennya dalam menyehatkan Bank Muamalat.
“Suntikan modal ini cuma tahap awal dan sudah disetor ke escrow (rekening bersama),” katanya seperti dikutip di Republika.co.id, Jumat (3/5/2019).
Ilham mengatakan, kebutuhan dana untuk penguatan modal ini terbilang cukup kompleks karena persoalan teknis. Apalagi, OJK belum menyampaikan jumlah pastinya.
“Yang jelasnya, kita masuk dulu sebagai pemegang saham dan mengambil langkah selanjutnya,” katanya.
Ceo Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana, berharap langkah ini menjadi awal Bank Muamalat untuk melangkah lebih baik lagi kedepannya.
Apalagi, Bank Syariah pertama di Indonesia ini juga telah menyusun sejumlah strategi untuk melaju lebih cepat di industri keuangan syariah.
Selain Al Falah, Bank Muamalat juga akan diperkuat oleh Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa). “Kospin jasa juga masuk,” katanya.
Sementara, Ketua Umum Kospin Jasa, Andy Arslan Djunaid, telah membenarkan pihaknya ikut memperkuat modal Bank Muamalat melalui saham yang diterbitkan.
Andy mengatakan, pihaknya melihat potensi besar Bank Muamalat. Buktinya, dengan permasalahan yang ada saat ini, anggotanya masih tetap loyal dan tidak pergi.
“Karena itu, kita hanya perlu memperbaiki sumber masalah di Bank Muamalat, terutama dalam hal pendanaan. Kita juga akan terus bergerak membangkitkan Bank Muamalat, apalagi Muamalat merupakan ikon ekonomi syariah yang sangat penting, sehingga harus dipertahankan,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment