Imbauan Pemerintah Mengenai Penggunaan Elpiji Tepat Sasaran Diharap Terealisasi Tahun Ini

MAKASSAR, Beritapedoman.com – Realisasi pemerintah dalam menggencarkan aksi secara masif mengenai penggunaan elpiji tepat sasaran, sesuai imbauan Pemerintah Provinsi (Pemprov) 2017 lalu, diharap makin terealisasi tahun ini.

Pasalnya, imbauan Pemprov Sulsel No. 541/7472/DESDM Tentang Larangan Penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung Ukuran 3 (Tiga) bagi Pegawai Negeri Sipil, para Pelaku Usaha Mikro (Non UKM) dan yang berpenghasilan di atas Rp1.500 ribu tidak berhak menggunakan LPG 3 Kg, belum terealisasi secara baik tahun lalu.

Dari data yang terhimpun akhir 2018 lalu, dicatatkan penggunaan gas tepat sasaran masih jauh sekali dari harapan. Tercatat pengguna bright gas di Sulsel masih dikisaran tiga persen. Sementara, pengguna elpiji 3 kg masih sangat mendominasi, yakni sebesar 96 persen.

Data ini mengindikasikan sangat jauh berbeda dengan jumlah orang mampu di Sulsel. Begitu pun, jumlah pelaku usaha mikro di Sulsel.

Padahal diketahui, elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Hal ini juga tertuang secara jelas pada Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2009.

Sementara, rerata pelaku usaha rumah makan di Sulsel juga masih terkesan ogah-ogahan menggunakan tabung elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Begitu pun, kalangan masyarakat mampu yang seolah tidak peduli mengenai aturan ini. Padahal, tabung elpiji 3 Kg ini diperuntukkan hanya masyarakat kecil yang belum berpenghasilan di atas Rp1.500 ribu. Lantas dalam hal ini siapa yang mesti disalahkan?

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment