Setengah Abad, Vale Terus Dukung SDGs

MAKASSAR, Beritapedoman.com – PT Vale Indonesia telah mencapai usia emasnya tahun lalu, yakni setengah abad. Seiring usia emas tersebut, PT Vale juga terus mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs.

Sekedar diketahui, SDGs ini sendiri, merupakan 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

Bahkan, demi terus mendukung hal itu, PT Vale baru-baru ini juga telah menggagas Simposium bertajuk “Keberlanjutan : Investasi Masa Depan” sebagai bentuk dukungan pembangunan berkelanjutan tersebut.

Simposium tersebut, dihadiri panelis yang merupakan praktisi di bidang keberlanjutan dan dihadiri ratusan peserta dari Pemerintah Provinsi Sulsel, Akademisi, Korporasi, LSM, dan Jurnalis yang diadakan di Hotel Claro, Jalan AP. Pettarani, Rabu (6/2/2019) beberapa waktu lalu.

Adapun panelis yang hadir dalam Simposium tersebut, diantaranya Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Ir. Tumiran, M. Eng, Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK, Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc, Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Budi Santosa, dan Corporate Sustainability Advisor, Jalal, serta Deputi CEO PT Vale, Febriany Eddy.

CEO PT Vale, Nico Kanter, mengungkapkan PT Vale selama beroperasi selama kurun setengah abad ini terus mendukung Sustainable Development Goals melalui praktik-praktik penambangan yang baik (good mining practices).

“Kita di Vale, berinvestasi pada keberlanjutan, bukanlah sebuah nilai tambah, melainkan sebuah keharusan. Hal itu juga sesuai dengan misi perusahaan, yakni mengubah sumber daya alam menjadi kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan,” katanya saat pembukaan Simposium.

Tak hanya itu, kata Nico, Vale juga mempercayai bahwa triple bottom line : people-planet-profit, adalah mata rantai yang mustahil diputus, apalagi ada prinsip mendasar di balik triple bottom line.

Maka, ketika perusahaan mengukur dampak dan punya manajemen pengelolaan dampak lingkungan, ekonomi, sosial. Maka secara otomatis pihaknya juga akan memiliki organisasi yang bertanggungjawab secara lingkungan, secara ekonomi, dan secara sosial.

“Untuk itulah, melalui Simposium ini, kami berharap dapat mengembangkan wawasan seputar isu keberlanjutan, saling, bertukar pikiran, serta mendalami praktik-praktik terbaik dalam sustainability,” katanya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment