Yuk, Simak Apa Kata Psikolog Mengenai kasus Audrey

MAKASSAR, Beritapedoman.com – Kasus seorang siswa SMP, Audrey, di Pontianak, Kalimantan Barat, yang menjadi korban perundungan (penindasan atau bullying) menjadi salah satu perhatian khusus dunia maya saat ini.

Psikolog anak, Mira Amir, mengungkapkan, kasus perundungan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan tak bisa dianggap remeh.

“Yang kita temui ini hanya puncak gunung es saja, yang tidak terungkap banyak. Bullying ini masalah serius, jangan pernah anggap enteng,” kata Mira seperti yang dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (12/4/2019).

Dikutip dari CNN, penelitian menunjukkan sekitar 18-31 persen anak terkena dampak perundungan. Sebanyak 7-15 persen anak juga mengalami cyberbullying atau penindasan yang dilakukan melalui dunia maya. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat.

Perundungan, kata Mira, banyak dilakukan oleh anak-anak. Baik secara fisik atau mental, perundungan dapat menimbulkan dampak yang signifikan bagi korban.

Kadang sulit ditemukan buktinya, terutama secara mental. Namun, si korban mendapatkan dampaknya secara signifikan.

Adapun dampak yang ditimbulkan perundungan terjadi dalam beberapa tingkatan. Perundungan dapat menurunkan motivasi seorang anak bersekolah, menghambat prestasi, meningkatkan agresivitas anak, hingga menimbulkan depresi.

Pada tingkatan paling parah, perundungan dapat memunculkan keinginan bunuh diri pada anak.

“Kalau tidak tertangani dengan baik, signifikan pengaruhnya di masa depan, karena mereka masih muda dan emosinya tertahan,” ucap Mira.

Mira menyarankan agar orang tua dapat mendeteksi bullying pada anak dan mengambil tindakan yang tepat, seperti memperbaiki pola asuh dan komunikasi.

Perhatian dan kasih sayang merupakan cara tepat untuk melawan perundungan. Meminta bantuan profesional, seperti psikolog juga dapat dilakukan untuk menangani kasus serupa Audrey pada anak.

Editor : Marwiah Syam

Comment