Rehabilitasi Pesisir, Pemprov Sulsel Tanam Bibit Mangrove di Empat Kabupaten

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penanaman mangrove serentak di empat kabupaten, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi pesisir dan penguatan Ekonomi Biru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel, M. Ilyas, mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan di empat kabupaten, yakni di Pulau Sabangko, Desa Mattirobambang, Kabupaten Pangkep. Dan di Kelurahan Watang Suppa, Kabupaten Pinrang. Serta di Desa Tonra, Kabupaten Bone, dan di Desa Pallengu, Kabupaten Jeneponto.

“Pada kegiatan ini, sebanyak 35.602 bibit mangrove ditanam di setiap kabupaten, sehingga total penanaman mencapai 142 ribu lebih bibit mangrove,” kata Ilyas, Sabtu (6/9/2025).

Program ini, kata Ilyas, merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Mangrove tidak hanya melindungi pesisir dari abrasi, tetapi juga menjadi ekosistem penting yang menopang sumber penghidupan masyarakat.

Gerakan ini, kata Ilyas, bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanam masa depan, karena bibit yang ditanam merepresentasikan komitmen jangka panjang pemerintah dalam memperkuat rehabilitasi kawasan dan memperluas sektor Ekonomi Biru.

“Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi, sekaligus ekosistem yang menopang perikanan dan kehidupan masyarakat. Ini bagian dari upaya rehabilitasi kawasan, sekaligus mendukung perluasan wilayah Ekonomi Biru,” kata Ilyas.

Plt. Kepala Bidang Kelautan dan Pesisir Provinsi Sulsel, Marhamah, mengungkapkan, kegiatan ini direncanakan mencakup tujuh kabupaten. Namun saat ini baru terlaksana di empat kabupaten.

“Targetnya, seluruh lokasi bisa segera terealisasi agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Kami berharap masyarakat terus terlibat aktif karena keberlanjutan ekosistem mangrove bergantung pada kepedulian bersama,” kata Marhamah.

Selain melindungi pantai, kata Marhamah, mangrove juga membuka peluang baru bagi masyarakat. Apalagi saat ini, sejumlah desa telah mulai mengembangkan ekowisata berbasis mangrove dan pemanfaatan hasil hutan mangrove secara berkelanjutan.

“Dengan demikian, kawasan rehabilitasi tidak hanya berfungsi ekologis, tetapi juga bernilai ekonomi,” kata Marhamah.

 

 

Comment