PLN Hadirkan Inovasi SuperSUN untuk Jangkau Daerah 3T di Sulsel 

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – PT PLN terus memperkuat komitmennya untuk memberikan akses listrik bagi seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Komitmen ini dihadirkan dengan menyediakan 50 unit mikro pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan sistem penyimpanan energi (energy storage) yang dinamakan SuperSUN, di Kampung Menra, Kabupaten Sinjai, dan Dusun Lamiko-miko, Kabupaten Luwu Utara.

Sekadar informasi, Dusun Lamiko-miko yang terletak di tepi Teluk Bone ini, merupakan wilayah pesisir terpencil, sehingga satu-satunya cara untuk menuju ke dusun tersebut, adalah menggunakan kapal. Sementara Kampung Menra berada di dalam kawasan hutan yang sulit dijangkau.

General Manager PLN UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Budiono, mengungkapkan, kondisi geografis yang menantang sering kali membatasi akses ke layanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan, serta infrastruktur kelistrikan.

Dengan hadirnya SuperSUN, masyarakat kini dapat menikmati listrik selama 24 jam tanpa harus bergantung pada genset.

“SuperSUN merupakan bukti nyata komitmen PLN dalam mewujudkan listrik yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Apalagi listrik sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan listrik, masyarakat dapat memulai usaha seperti berjualan es dan menyimpan ikan hasil tangkapan di kulkas. Mereka juga bisa beribadah dengan nyaman,” kata Budiono, melalui siaran pers, Minggu (27/10/2024).

Sekadar diketahui, SuperSUN ini, kata Budiono, adalah karya anak bangsa dari PLN, yang menggabungkan PV Rooftop dengan sistem penyimpanan energi baterai mikro (BESS) dan dilengkapi meteran alternatif dengan daya 450 VA, 900 VA, dan 1300 VA.

Budiono, juga mencatat bahwa hingga September 2024, rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,99 persen.

“Hal ini membuktikan komitmen PLN terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan,” kata Budiono.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengungkapkan, PLN adalah BUMN yang senantiasa hadir bagi masyarakat Indonesia.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sangat mengapresiasi upaya PLN dalam melistriki wilayah 3T di Luwu Utara. Apalagi tantangan geografis di dusun tersebut, yang dikelilingi sungai panjang, membuat pembangunan jaringan listrik konvensional menjadi sangat sulit. Kami bersyukur, dengan adanya inovasi SuperSUN dari PLN telah menjadi solusi nyata untuk menyediakan listrik 24 jam,” kata Indah.

Pj. Bupati Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, juga memberikan apresiasi atas inisiatif PLN.

“Kami berterimakasih kepada PLN atas inovasi ini. Kehadiran listrik di Kampung Menra memungkinkan warga menikmati cahaya untuk berbagai aktivitas, termasuk kegiatan belajar mengaji bagi anak-anak pada malam hari,” kata Andi.

SuperSUN ini, kata Andi, adalah langkah PLN dalam menyediakan energi ramah lingkungan melalui tenaga surya.

“Kami berharap program ini bisa diperluas ke lebih banyak daerah terpencil,” kata Andi.

Salah satu warga Dusun Lamiko-miko, Rapida, menyampaikan rasa syukurnya kepada PLN. Ia menceritakan bahwa sebelumnya warga hanya bisa menikmati listrik dari genset antara pukul 18.00 hingga 22.00 dengan biaya Rp90 ribu per bulan. Kini, berkat SuperSUN, biaya yang dikeluarkan turun menjadi Rp40 ribu per bulan, dan listrik sudah tersedia 24 jam penuh.

“Sebelumnya, kami harus menyeberang laut selama 30 menit ke Malangke hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Kini dengan listrik 24 jam, kehidupan kami jauh lebih mudah,” kata Rapida.

 

Comment