MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Pasca diberlakukannya Instruksi Presiden (Inpres) perihal efisiensi, nyawa industri perhotelan mulai meredup di Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan dalam jangka hitungan bulan saja, melesu secara signifikan penurunannya hingga 20 persen.
Dari pantauan Berita Pedoman di beberapa hotel di Makassar, sangat kontras dengan suasana Ramadan tahun lalu. Sepi, dan cenderung hampir tak memiliki aktivitas.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengungkapkan, dampak efisiensi tak hanya melesukan industri perhotelan, namun juga berisiko pengurangan tenaga kerja.
Kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan ini, berdampak pada operasional hotel dan menimbulkan kerugian tak sedikit.
“Ini sangat berdampak pada pendapatan kami di hotel yang bergantung pada tamu, mice. Karena itu, kami memohon pemerintah untuk mengambil langkah guna mengatasi hal ini,” katanya, saat Konferensi Pers, di Lounge Villa Suite, Lt 3 Hotel Claro, Jl AP. Pettarani, Selasa (25/3/2025).
Ha senada pun dikeluhkan dari perwakilan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulsel, Abdullah Bazergan.
Ia mengatakan bahwa kondisi saat ini sama dengan kondisi tahun 1995 silam. “Untuk itu, kami berharap pemerintah mengambil langkah konkret untuk mengatasi hal ini karena akan berdampak di banyak lini,” kata Abdullah.
Comment