MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mendorong potensi dan tren ekonomi syariah di Sulsel.
Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan, potensi ekonomi syariah di Sulsel sangat menjanjikan karena jumlah penduduk muslimnya mencapai 9,4 juta atau hampir 91 persen dari populasi dengan usia produktif mencapai 68 persen.
“Ini sangat selaras. Apalagi Sulsel adalah gerbang Indonesia Timur yang menyuplai makanan, minuman, hingga pakaian, dimana terdapat sekitar 4.700 industri halal. Bahkan hingga Februari 2025 kemarin, BPJPH telah menerbitkan 100.000 sertifikat halal,” kata Rizki, saat kegiatan Forum Ekonomi Syariah 2025, di Baruga Phinisi, Lt 4, Kantor BI Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Senin (24/3/2025).
Rizki, juga mengungkapkan bahwa pembiayaan syariah di Sulsel juga tumbuh luar biasa. Tercatat lonjakan 20 persen pada 2024.
“Pertumbuhan ini mencapai dua kali lipat dibanding angka nasional yang hanya tumbuh 10 persen,” kata Rizki.
Untuk strategi pengembangan ekonomi syariah di Sulsel sendiri, kata Rizki, selain memperkuat kolaborasi, BI juga akan terus menjalankan berbagai program untuk mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Sulsel lewat berbagai kegiatan. Salah satunya, Pekan Ekonomi Syariah (Pesyar).
“Tidak kalah penting, tentunya terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah. Kita tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan sinergi dari berbagai pihak, mulai pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat,” kata Rizki.
Comment