Dorong Investasi dan Ekspor UMKM Sulsel, BI Kembali Gelar AMBF x SSIF 2024

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya terus mendorong dan memperkuat sektor investasi, perdagangan, dan ekspor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan (Sulsel) Bank Indonesia (BI) berkolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan kembali menghadirkan Anging Mammiri Business Fair (AMBF) dan South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2024.

Kegiatan dengan tema “Amplifying Investment and Broadening Global Export Channels to Foster Economic Growth” ini, dilaksanakan mulai 20 hingga 21 November 2024, di Sandeq Ballroom, Lt 1, Hotel Claro Makassar, Jl A. Pettarani.

Kepala Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan, kegiatan yang digelar ini untuk mempertemukan para calon buyer, investor, dan para pelaku UMKM.

“Tujuan kegiatan ini untuk mempertemukan pemilik proyek investasi strategis dan UMKM Sulawesi Selatan dengan calon investor, serta buyer internasional dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Jepang, China, Inggris, UEA, Brazil, India, dan Iran,” kata Rizki, usai acara pembukaan, di Sandaq Ballroom, Lt 1, Hotel Claro Makassar, Jl Pettarani, Rabu (20/11/2024).

Dalam kegiatan AMBF x SSIF 2024 ini, kata Rizki, juga ditawarkan peluang investasi senilai Rp9,56 triliun yang berasal dari 14 proyek unggulan yang telah dikurasi. Adapun proyek strategis tersebut, meliputi pengembangan industri rumput laut terintegrasi di Kabupaten Luwu Timur, industri pengolahan jagung pakan ternak di Kabupaten Bone, dan proyek pusat komersial (mall, apartemen, hotel) di Kota Parepare.

“Jadi selain melihat potensi investasi yang ada di Sulsel, investor juga bisa melihat potensi perdagangan di Sulsel, dan saat ini sudah ada 30 investor dan buyer yang terlibat, serta 14 proyek investasi yang ditawarkan oleh kabupaten kota kepada para investor,” kata Rizki.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan, kegiatan ini sangat penting untuk Sulsel.

“Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, kita tidak bisa lepas dari investasi, karena APBD dan APBN sangat terbatas. Karena itu, kami mengajak agar investor beramai-ramai datang berinvestasi di Sulsel,” kata Zudan.

Pemprov Sulsel saat ini, kata Zudan, sedang melakukan gerakan APBD Sehat, yang tentunya akan tumbuh kalau didukung dengan investasi. Apalagi, Sulsel memiliki tanah ribuan hektar yang siap dikerjasamakan dengan para investor.

“Terdapat 1.200 bidang tanah yang tersebar di 32 titik dan kami siap kerjasamakan. Kalau mau bangun twin tower ada 19 hektar di CPI. Kalau ingin kembangkan perkebunan, ada 500 hektar di Luwu Utara. Tak hanya itu, kami di Pemprov Sulsel juga sedang melakukan pemetaan, dan ada lahan kami senilai Rp8,3 triliun yang bisa dikembangkan. Tentu ini perlu effort dan mari berinvestasi di Sulsel, saya akan mendukung semuanya,” kata Zudan.

Comment