MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai bentuk upaya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan (Sulsel), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel siap berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, mengungkapkan bahwa ekonomi syariah bisa menjadi solusi untuk berbagai tantangan ekonomi saat ini. Apalagi ekonomi syariah menawarkan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kemaslahatan yang sangat relevan untuk menjawab permasalahan ekonomi yang saat ini dihadapi.
“Karena itu, Pemprov Sulsel siap mendukung pengembangan syariah. Apalagi Sulawesi Selatan memiliki modal yang kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah, didukung oleh mayoritas penduduknya yang beragama Islam, yakni 90,2 persen dari 9,4 juta penduduk Sulsel. Hal ini menjadi peluang besar bagi pengembangan industri halal dan jasa keuangan syariah di wilayah Sulsel,” katanya, di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Selasa (1/10/2024).
Dalam meningkatkan literasi dan infrastruktur pendukung ekonomi syariah di seluruh kabupaten dan kota, kata Jufri Rahman, Pemprov Sulsel berencana membangun Rumah Potong Hewan (RPH) yang bersertifikasi halal.
Jufri Rahman, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan visi ini.
“Kami berharap dengan sinergi yang baik, Sulsel bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah terkemuka di Indonesia,” katanya.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wirnanda, mengatakan bahwa BI memiliki tiga pilar strategi penguatan ekonomi syariah.
Strategi pertama, adalah penguatan ekosistem produk halal. Dengan sumber daya alam yang melimpah di Sulsel, BI berupaya mendorong industri lokal untuk memproduksi lebih banyak produk halal dan memasarkan ke pasar internasional.
Strategi kedua, BI berfokus pada penguatan keuangan syariah dan meningkatkan akses masyarakat terhadap produk keuangan syariah, seperti perbankan dan asuransi syariah agar dapat memperluas basis ekonomi syariah, sehingga masyarakat yang lebih inklusif dalam sistem keuangan syariah akan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Strategi ketiga, adalah meningkatkan literasi syariah dengan terus menggalakkan edukasi kepada masyarakat tentang konsep ekonomi syariah, baik melalui kampanye literasi, maupun sosialisasi langsung.
“Pemahaman yang lebih baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan syariah, yang pada gilirannya mempercepat pertumbuhan sektor ini,” kata Rizki.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov Sulsel dan berbagai stakeholder, lanjut Rizki, diharapkan akan menjadi faktor pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
“Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku industri, dan masyarakat di Sulawesi Selatan juga diharapkan dapat memperkuat posisi ekonomi syariah sebagai pilar penting dalam perekonomian nasional. Dengan komitmen dan langkah-langkah konkret yang telah disiapkan, Sulsel siap menyambut masa depan yang lebih sejahtera melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” kata Rizki.
Comment