MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) akan melakukan pengukuran kualitas udara di beberapa titik Kota Makassar.
Kepala BTKLPP Kelas I Makassar, Yohanis Rapa Patari, mengatakan, pihaknya berencana mulai melakukan pengukuran kualitas udara ini pada pekan depan sampai dua pekan depan.
“Ada 3 titik. Kini baru satu titik yang fixed yakni di wilayah pelabuhan,” katanya, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, di Kediaman Wali Kota Makassar, Jl Pasar Ikan, Selasa (6/9/2023).
Yohanis, menyatakan, walau kualitas udara di Makassar masih terlihat bagus. Tapi pengukuran kualitas udara ini perlu dilakukan. Hal ini didasarkan adanya arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai upaya kontrol dari kualitas udara wilayah Jabodetabek.
Sekaligus pemerintah pusat ingin membandingkan kualitas udara wilayah Jakarta dengan luar Jakarta.
Makanya, timnya beraudiensi dan meminta izin kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk mengukur kualitas udara di Makassar.
“Usaha ini pun sebagai langkah antisipasi jika kondisinya ekstrem,” katanya.
Untuk standar kualitas udara, Ia menuturkan, itu sudah berdasar pada Permenkes 2/2023. Perihal baku mutu juga tergantung parameternya. Pasalnya ada ambang batas udara di luar ruangan dan dalam ruangan.
“Tergantung, misalnya PM 2,5 sampai 25. Jadi parameternya macam-macam di dalam udara. Lebih jelasnya ada di Permenkes itu,” tuturnya.
Sementara, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengapresiasi upaya pengukuran kualitas udara di Makassar ini.
“Kami berterimakasih apalagi Makassar sangat concern terhadap isu lingkungan,” kata Danny.
Danny, juga menyatakan, Pemkot Makassar juga sudah melakukan langkah dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas udara di Makassar, diantaranya penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Gerakan Terus Menanam juga Lorong Wisata yang memiliki banyak program ketahanan pangan juga lingkungan.
“Olehnya, kami optimis kualitas udara di Makassar masih tetap baik,” katanya.
Comment