MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya terus mendorong dan menstimulasi laju investasi yang tumbuh baik sebesar 7,41 persen di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan III-2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel kembali melaksanakan kegiatan South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2022, di Ballroom Nusantara, Hotel Rinra, Jl Metro Tanjung Bunga, Rabu (9/11/2022).
Kegiatan yang mengambil tema Enhancing Investment Optimism to Strengthen South Sulawesi Economy ini, merupakan flagship program Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Pinisi Sultan) yang bertujuan untuk melakukan identifikasi proyek potensial Kabupaten/Kota di Sulsel yang siap ditawarkan kepada investor, baik domestik maupun asing.
Sekedar diketahui, kegiatan SSIC 2022 ini mengundang 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan untuk menyampaikan proposal Investment Project Ready to Offer (IPRO). Rangkaian kegiatan SSIC 2022 ini sendiri, telah dimulai sejak 19 September 2022 untuk pengumpulan proposal. Selanjutnya, juga telah dilaksanakan proses seleksi, verifikasi lapangan, dan coaching presentasi IPRO. Dari 24 proposal proyek yang disampaikan pada tahap awal, sebanyak 5 proposal IPRO dari Kabupaten/Kota berhasil lanjut ke tahap presentasi final pada 7 November 2022 ini dan menghasilkan penilaian akhir dengan 3 pemenang yang berhasil meraih predikat proposal IPRO terbaik, diantaranya Kabupaten Bone dengan proposal IPRO Budidaya Ternak Sapi Potong, Kota Makassar dengan proposal IPRO Jalur Pejalan Kaki Elevated Terintegrasi dengan Kawasan Ruang Publik Pantai Losari (Jappa Rate), dan Kabupaten Kepulauan Selayar dengan proposal IPRO Kawasan Pengembangan Pariwisata Selayar (KPPS).
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan, Sulsel terus menjadi Provinsi yang ramah investasi.
“Berbagi investasi yang masuk diharapkan bisa berkontribusi terhadap terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainable growth) yang mendukung pengentasan kemiskinan, meningkatkan serapan tenaga kerja, dan menurunkan ketimpangan di Sulsel,” katanya.
Kepala Bank Indonesia (BI) Sulsel, Causa Iman Karana, mengatakan, keterlibatan Bank Indonesia dalam forum Pinisi Sultan dan kegiatan SSIC 2022 merupakan bentuk dukungan dan komitmen BI Sulsel untuk terus mendorong laju investasi di Sulsel.
Hal ini juga sejalan dengan peran dan fungsi advisory dan Regional Investor Relation Unit (RIRU) yang dimiliki oleh BI Sulsel.
“BI Sulsel juga terus mengharapkan keterlibatan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten/Kota, serta stakeholders terkait dalam meningkatkan investasi di Sulsel,” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment