Dukung Pertumbuhan Ekonomi, PLN Suplai Listrik ke Smelter Nikel di Sulsel dan Sulteng

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com –  PT PLN (Persero) siap memasok kebutuhan listrik di sektor industri guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Salah satunya, PLN akan memasok listrik dengan daya sebesar 260 Mega Volt Ampere (MVA) ke pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng).

Hal tersebut tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) antara PLN dengan PT Akar Mas Smelter Indonesia (100 MVA) dan CNGR Hong Kong Material Science and Technology Co Ltd (160 MVA).

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menyampaikan, komitmen PLN untuk dapat memasok listrik tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati.

“Penadatanganan ini merupakan bentuk kepercayaan dari pelanggan yang telah sepenuhnya menyerahkan urusan listrik kepada PLN dan kami terus berkomitmen untuk menjaga kepercayaan dengan baik,” kata Adi, melalui siaran pers, Sabtu (20/8/2022).

Adi merinci, saat ini sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan memiliki Daya Mampu Netto 2.469 MW, beban puncak 1.499 MW, dan cadangan daya 583 MW.

“Sistem ini siap untuk melayani kebutuhan listrik pelanggan industri, dan masyarakat umum,” katanya.

Adi, berharap di masa mendatang kerjasama dengan berbagai perusahaan tersebut bisa mendatangkan lebih banyak investor untuk masuk ke Indonesia, khususnya Sulawesi. Sehingga bisa menunjang pembangunan di daerah-daerah.

Pada kesempatan yang sama, Vice President CNGR Hong Kong Material Science and Technology Co. Ltd, Dani Widjadja, menjelaskan, CNGR sebagai produsen prekursor baterai terbesar di dunia telah memiliki pangsa pasar hingga 27 persen di tahun 2021. CNGR juga telah memasuki rantai pasok untuk perusahaan kelas atas dunia termasuk Tesla, Samsung, hingga CATL (Contemporary Amprex Technology Co). Untuk itu CNGR ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan profesional seperti PLN untuk menopang suplai listrik dalam produksinya.

“Kami menyadari reputasi baik PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia yang bisa menjangkau hingga pelosok. Ini adalah penandatanganan nota kesepahaman kedua kami dengan PLN. Kami ingin terus melanjutkan kerjasama ini dan berharap dapat menyelaraskan misi untuk mengabdikan diri pada pembangun negeri ini dan kehidupan yang lebih baik bagi umat manusia,” ujar Dani.

Sementara itu, Direktur Utama PT Akar Mas Smelter Indonesia, Muh. Ichsan Sahabudin, mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan PLN. Khususnya untuk suplai daya sebesar 100 MVA yang akan diberikan untuk perusahaannya.

“Dukungan PLN ini sangat berarti untuk mengurangi RAB (Rancangan Anggaran Belanja) kami. Seharusnya kami membangun pembangkit sendiri dan kami tahu betapa besar biayanya bagi kami. Karena itu, kami sangat bersyukur PLN bisa menyuplai industri yang membutuhkan pembangkit,” katanya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Awaluddin Hafid, menyampaikan rasa syukurnya atas pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat yang terlaksana dengan sangat baik, terlihat dari konsumsi listrik yang terus meningkat.

“Tugas kami adalah memastikan pasokan listrik ke seluruh pelosok, mendorong laju pertumbuhan perekonomian hingga menciptakan multiplier effect melalui kesiapan pasokan listrik untuk industri dan bisnis khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Kami juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya, penandatanganan ini menjadi bukti bahwa PLN mendapat kepercayaan penuh dan siap melayani kebutuhan listrik smelter. Silahkan pelanggan fokus mengurus bisnisnya, kami akan urus pasokan listrik pelanggan,” katanya.

Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock

Comment