Berkat Pertamina, Asa ‘Tetap Hidup’ di Masa Pandemi Terus Berlanjut

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com  Harapan tetap dapat mengais rejeki di masa pandemi Covid-19 menjadi asa semua orang, tak terkecuali warga pesisir, khususnya istri para nelayan di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar.

Sekedar diketahui, jeratan kemiskian sejak dahulu pada warga pesisir di Pattingaloang ini mendominasi, disertai kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), dengan lingkungan yang tidak sehat, rawan perjudian, narkoba, miras, kurangnya pendidikan, dan gizi. Kondisi itu pun makin terpuruk seiring kebutuhan ekonomi yang makin meningkat tanpa ditunjang adanya pendidikan dan bantuan serta kepedulian dari pemerintah.

Namun, sejak istri-istri nelayan pesisir yang dipelopori Nuraeni, dalam kelompok wanita nelayan yang dinamai Fatimah Az Zahrah yang berdiri sejak 2007 lalu berjodoh dengan program CSR Pertamina pada 2010 lalu, lambat laun kehidupan warga pesisir mulai berubah manis, geliat ekonomi pun terus tumbuh membuat asa warga pesisir untuk hidup layak menjadi makin nyata. Bahkan, saat kondisi pandemi Covid-19 saat ini pun membuat warga pesisir tetap hidup walaupun kondisi menurun drastis, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kelompok istri nelayan Fatimah Az Zahrah ini sendiri, berkat bantuan dan bimbingan Pertamina, berhasil makin memberdayakan dan menggali potensi hasil laut dengan berbagai olahan sejak 2010 lalu.

Walaupun penjualan menurun signifikan sebesar 60 persen sejak masa pandemi Covid-19 yang menyerang sejak Maret 2020 lalu hingga saat ini, tapi kelompok istri nelayan tetap berdaya, walau produksi dilakukan dalam skala kecil, sesuai permintaan tapi geliat ekonomi tetap berjalan sekedar menghidupi kebutuhan dapur agar tetap mengepul.

Pelopor Kelompok Istri Nelayan Warga Pesisir Pattingalloang ‘Fatimah Az Zahrah’, Nuraeni, mengatakan, melalui Program Kemitraan Pertamina inilah, para perempuan nelayan tangguh ini perlahan menjadi harapan besar bagi keluarganya, dan berkat kemitraan itulah, mereka semakin berbenah dan terasah memberdayakan potensi laut, yang akhirnya sedikit demi sedikit merasai nikmat berkecukupan.

Lambat laun, stigma yang melekat pun berubah seiring dengan kehidupan para warga pesisir yang mulai kembali tersentuh pendidikan disertai peningkatan SDM yang merupakan salah satu fasilitas pendukung yang diadakan Pertamina guna pengembangan dan pemberdayaan hasil potensi daerah yang lambat laun semakin membuahkan hasil.

Adalun hasil olahan laut tersebut, yakni abon ikan, nugget ikan, bakso, bumbu kari, asinan lombok, olahan udang dan lainnya yang dibanderol harga terjangkau ini menjajal pasar dan semakin diminati kalangan masyarakat luas dengan banyaknya inden dari luar kota dan Provinsi.

“Walapun permintaan dan penjualan menurun drastis saat ini karena Covid-19 sejak beberapa bulan lalu. Tapi Alhamdulillah, kami tetap produksi walau pun sedikit dan disesuaikan dengan permintaan dan kondisi,” katanya pada Beritapedoman.com, saat disambangi di kediamannya di Barukang, Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, beberapa waktu lalu.

Nuraeni kepada Beritapedoman.com, juga mengaku sangat bersyukur dengan dipertemukannya dengan pihak Pertamina yang sangat peduli pada kondisi masyarakat kala itu.

Nuraeni menuturkan, berkat berbagai bantuan yang telah disalurkan Pertamina, mulai pendampingan, bagaimana mengolah hasil laut secara baik, memfasilitasi pengemasan, promosi, hingga pada penjualan membawa banyak manfaat kepada warga pesisir.

“Bahkan, saat pandemi pun kami tetap berdaya, mencari alternatif lainnya demi mencukupi kebutuhan dapur kami, walau sedikit jumlahnya tapi Alhamdulillah tetap membuat kami hidup ditengah kondisi sulit saat ini karena pandemi Covid-19,” katanya pada Beritapedoman.com.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment