MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Penyebaran pandemi Covid-19 makin tinggi di Indonesia, khususnya saat ini di wilayah Sulsel yang membuat beberapa sektor mulai ikut tergerus.
Imbas itu, tentunya juga berdampak pada roda perputaran ekonomi. Walaupun, pertumbuhan ekonomi Sulsel diproyeksi masih tumbuh baik, yakni sekitar 6,5-6,9 persen (yoy) di triwulan I-2020. Tapi, jika virus Covid-19 lama mewabah di Sulsel, maka kemungkinan proyeksi pertumbuhan ekonomi Sulsel hanya dikisaran 2,5-3,5 persen.
Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Endang Kurnia Saputra, mengungkapkan, pada triwulan I-2020, secara year on year masih tumbuh baik dikisaran 6,5-6,9 persen. Pertumbuhan itu ditopang oleh akselerasi LU pertanian dan perdagangan.
“Namun, jika virus Covid-19 lama mewabah di Sulsel, maka kemungkinan pertumbuhan ekonomi Sulsel hanya dikisaran 2,5-3,5 persen,” katanya pada Beritapedoman.com, via wawancara WhatsApp, Senin (13/4/2020) malam.
Adapun mengenai pertumbuhan konsumsi rumah tangga, katanya, masih relatif stabil, namun net ekspor relatif membaik. Meski tekanan inflasi relatif meningkat, namun masih dalam kisaran sasaran 3±1 persen.
“Kami proyeksi pertumbuhan konsumsi meningkat sekitar 10 hingga 20 persen dari biasanya,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment