Anda Insomnia? Simak Lima Risiko Bahaya yang Ditimbulkannya

BERITAPEDOMAN.com – Insomnia merupakan salah satu jenis penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan tidur.

Seperti dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (18/1/2020), disebutkan orang yang mengalami insomnia biasanya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Selain itu, mereka juga mengalami beberapa tanda-tanda insomnia seperti kelelahan, penurunan kinerja, gangguan tubuh, dan penurunan energi yang tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Walaupun terdengar sepele, permasalahan gangguan tidur atau insomnia harus segera diatasi. Jika tidak, insomnia ternyata sangat berbahaya karena bisa menjadi pemicu munculnya berbagai risiko kesehatan.

Lalu, apa saja bahaya kesehatan yang bisa diakibatkan karena penyakit insomnia? Berikut ulasannya seperti dirangkum tim Ngovee dari Jovee.

Meningkatkan Risiko Kondisi Medis

Insomnia berkepanjangan nyatanya meningkatkan berbagai risiko kesehatan yang berkaitan dengan dunia medis. Beberapa risiko kondisi medis yang bisa dialami akibat insomnia, antara lain lemahnya sistem kekebalan tubuh, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, kejang, serangan asma, dan penyakit jantung.

Memperpendek Harapan Hidup

Insomnia berkepanjangan juga bisa mempersingkat harapan hidup Anda. Hal ini dipaparkan dalam hasil analisis studi yang mencakup 1 juta peserta, dimana 112.566 kematian yang terjadi memperlihatkan korelasi antara durasi tidur dan juga kematian.

Selain itu, gangguan tidur atau insomnia dapat meningkatkan risiko kematian hingga 12 persen dibandingkan dengan mereka yang memiliki tidur cukup 7-8 jam.

Studi lain juga menunjukkan bahwa insomnia biasanya dialami oleh orang-orang dengan kisaran umur 38 tahun.

Meningkatkan Risiko Gangguan Kesehatan Mental

Selain dapat memperburuk kondisi kesehatan secara medis, gangguan tidur atau insomnia juga ternyata dapat meningkatkan gangguan kesehatan psikologis atau mental.

Hal ini bisa terjadi akibat efek insomnia, diantaranya kelelahan, cepat marah, frustasi, hingga depresi. Jadi, jika tidak segera ditangani, maka berbagai efek insomnia tersebut tentu bisa memicu berbagai risiko kesehatan mental atau psikis.

Kualitas Seks Rendah

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur juga dapat menyebabkan kualitas seks menjadi lebih rendah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism pada 2002 lalu, menyebutkan bahwa para pria yang memiliki gangguan tidur memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dibandingkan dengan pria yang memiliki tidur yang cukup.

Memperburuk Kondisi Kulit

Ketika sulit tidur, tubuh akan memberikan berbagai efek seperti timbulnya lingkaran hitam di area sekitar mata, munculnya garis-garis halus pada kulit, hingga kulit yang loyo dan tidak tampak segar.

Tubuh yang kurang tidur juga akan melepas hormon stress kortisol dalam jumlah banyak. Peningkatan jumlah hormon kortisol ini mampu memecah kolagen pada kulit, sehingga kekencangan dan elastisitas kulit menjadi buruk.

Jika Anda mengalami gejala insomnia, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan intensif. Kualitas tidur yang nyenyak tentu akan membuat seluruh aktivitas berjalan dengan lancar, juga membuat badan lebih segar, serta terhindar dari berbagai risiko penyakit.

Comment