Industri Manufaktur di Sulsel Tumbuh Positif

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan III 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 4,85 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengungkapkan, pertumbuhan secara year on year (yoy) juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,44 persen terhadap triwulan III 2018.

“Capaian Sulsel secara year on year ini berada di atas pertumbuhan nasional yang capaiannya hanya sebesar 4,35 persen pada periode yang sama,” katanya, melalui rilisnya, Senin (25/11/2019).

Adapun jenis industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami kenaikan produksi pada triwulan III 2019 ini, diantaranya industri barang galian bukan logam yang naik sebesar 36,43 persen, industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furniture), dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya juga naik sebesar 7,11 persen.

“Sedang reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan juga kita catatkan naik sebesar 2,37 persen,” katanya.

Adapun produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Sulsel pada triwulan III 2019, katanya, juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,11 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan ini tercatat berada di atas pertumbuhan secara nasional yang hanya naik sebesar 0,29 persen.

Sementara, secara year on year (yoy) juga dicatatkan naik sebesar 15,92 persen dari triwulan III 2018.

Capaian ini juga menempatkan Sulsel di atas angka pertumbuhan nasional yang tumbuh sebesar 6,19 persen.

Adapun jenis industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami kenaikan tertinggi pada triwulan III 2019 ini, diantaranya industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia yang tumbuh sebesar 47,52 persen, industri makanan tumbuh sebesar 25,85 persen. Begitu pun industri tekstil naik sebesar 24,29 persen.

“Pertumbuhan inilah yang membuat industri manufaktur Sulsel tercatat meningkat,” katanya.

Editor : Marwiah Syam


Comment