MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) mencatatkan total aset perbankan di Sulsel mengalami pertumbuhan sebesar 7,48 persen pada September 2019.
Pencapaian tersebut, setara Rp152,7 triliun, dimana pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang tumbuh sebesar 7,07 persen atau menjadi Rp99,55 trilliun, serta pertumbuhan kredit sebesar 5,75 persen dengan nominal Rp125,7 trilliun.

Sejalan dengan itu, kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulsel juga terus meningkat. Bahkan pada 2018 lalu, realisasi KUR di Sulsel mencapai Rp6,5 triliun atau 121,9 persen dari target awal 2018 sebesar Rp5,4 triliun.
Dengan begitu, realisasi KUR pada September 2019 mencapai Rp6,80 triliun atau 102,94 dari target sebesar Rp6,63 triliun yang disalurkan kepada 271.023 debitur.
Kepala OJK Sulampua, Zulmi, mengungkapkan, pencapaian tersebut tidak lepas dari koordinasi yang intensif dan sinergi yang produktif antara Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, TPAKD, dan FKIJK Sulselbar.
Pertumbuhan ini juga didasarkan hasil survei nasional literasi dan inkusi keuangan yang mencatatkan indeks literasi keungan di Sulawesi Selatan meningkat dari 28,36 persen pada 2016 menjadi 32,46 persen pada 2019 ini.
“Sementara, indeks inklusi keuangan juga meningkat dari 68,00 persen pada 2016 menjadi 86,91 persen pada 2019,” katanya saat Publikasi Pencapaian Kinerja Sewindu OJK, di ON20 Bar and Dining, Lt 20, Hotel Aston, Jl Sultan Hasanuddin, Kamis (21/11/2019).
Adapun kedepannya, katanya, langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan di Sulsel, antara lain meningkatkan peran TPAKD untuk meningkatkan literasi daerah bekerja sama dengan FKIJK Sulselbar untuk mengedukasi masyarakat, bekerja sama dengan universitas untuk memanfaatkan mahasiswa KKN untuk mengedukasi masyarakat, terutama di pedesaan.
“Hal ini dilakukann untuk lebih mendongkrak industri perbankan lagi kedepannya,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment