MAKASSAR, Beritapedoman.com – Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Kantor Wilayah IX Sulawesi, Maluku, Papua optimis volume penjaminan kredit naik sebesar 15 persen pada 2019 ini.
Optimis tersebut, didorong karena melihat banyaknya peluang bisnis, disertai proyeksi pertumbuhan ekonomi dan UMKM yang kian lebih baik.
Ini juga mengacu akan adanya pemulihan di Sulteng, pasca bencana gempa, dimana Sulteng merupakan salah satu Provinsi yang banyak memberikan kontribusi dari sektor bisnis, khususnya UMKM.
Sementara, andil sektor UMKM Provinsi Sulsel juga diproyeksi akan tumbuh lebih baik lagi. Mengingat sektor ini diprediksi akan semakin menggeliat.
Kepala Jamkrindo Wilayah IX Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Hamim Bugi Afianto, mengungkapkan, keoptimisan terhadap pertumbuhan ini tidak terlepas dari komitmen Jamkrindo dalam memberikan dukungan penuh terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Melalui usaha penjaminan ini, Perum Jamkrindo ingin selalu bersama stakeholder terkait untuk terus memastikan bahwa UMKM semakin berperan signifikan menjadi tulang punggung nasional.
“Karena itu, kami selalu mendukung pelaku usaha sektor produktif mendapatkan pembiayaan dari lembaga kami. Apalagi, dalam hal ini tugas kami sangat penting,” katanya pada Beritapedoman.com, saat ditemui di kantornya, Jl Lamadukelleng, Jumat (12/4/2019).
Adapun target KUR di Sulampua pada 2019 ini, kata Hamim, sebesar Rp7,8 triliun. Sementara target eksisting (non KUR) sendiri, sebesar Rp11 triliun.
Mengenai realisasi pencapaian akhir 2018 kemarin, pihaknya berhasil membukukan pencapaian volume penjaminan KUR sebesar 87,10 persen atau sebesar lebih Rp7 triliun di Wilayah Sulampua. Untuk realisasi pencapaian penjaminan KUR di Sulsel sendiri, sebesar 86,16 persen atau sebesar lebih Rp4 triliun.
“Pencapaian ini juga mencatatkan penjaminan KUR di Sulampua tumbuh 5,44 persen. Sementara, Sulsel tumbuh 24,08 persen,” katanya.
Untuk eksisting (non KUR), lanjut Hamim, berhasil tumbuh 13,21 persen di wilayah Sulampua, dan tumbuh 2,27 persen di Sulsel.
Realisasi eksisting ini berhasil menembus 96,81 persen atau sebesar lebih Rp9 triliun, dan berhasil mencapai 93,88 persen atau sebesar lebih Rp8 triliun di wilayah Sulsel.
“Tentunya melihat ekspektasi ini, menjadi angin segar terhadap volume penjaminan tahun ini, mengingat saat ini gonjang ganjing ekonomi global masih terjadi. Kita berharap, sektor produktif, khususnya UMKM tambah naik kelas, apalagi sektor ini sangat potensial menopang ekonomi nasional,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment