Mau Mesin Kendaraan Awet? Simak Yuk Penjelasan Mekanik Ini

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Tahukah bahwa pemilihan jenis BBM yang digunakan pada kendaraan sangat mempengaruhi awet dan tidak awetnya sebuah mesin kendaraan?

Memang benar sih, tidak ada yang berhak melarang pemilik kendaraan, baik roda dua atau empat untuk mengisi bahan bakar kendaraannya dengan jenis BBM apa saja.

Tapi, tahukah anda? pemilihan bahan bakar minyak (BBM) yang tepat juga akan dapat menambah usia kendaraan, membuat tarikan lebih ringan dan mesin lebih awet loh.

Karena itu, agar mesin lebih awet, penggunaan bahan bakar ber oktan tinggi, sangat baik dilakukan. Disamping itu, juga akan membuat pengeluaran Anda lebih hemat.

Kepala Mekanik Astra Motor Alauddin, Hedarman, mengungkapkan, dengan menggunakan BBM yang tepat dan sesuai, tentu akan membuat mesin bekerja secara maksimal dan lebih awet.

Hanya saja, hingga saat ini masih banyak pengguna kendaraan yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin Premium, padahal uang yang dihemat tersebut, kalah banyak dibanding dengan uang yang perlu dikeluarkan saat kendaraan rusak.

Sungguh disayangkan, paradigma inilah yang harus diubah para pemilik kendaraan, agar tak menyesal nantinya.

Bahkan, para pemilik kendaraan harus paham mana kendaraan yang harus menggunakan BBM seperti direkomendasikan produsen.

“Seperti mesin di atas 110 cc itu, tidak boleh pakai Premium, karena berpotensi merusak mesin. Lebih baiknya pakai Pertamax, atau minimal Pertalite,” katanya pada Beritapedoman.com, saat dijumpai di kantornya, Jl Alauddin, Selasa (29/10/2019).

Hedar juga menganjurkan, agar konsumen mengisi bahan bakar yang disesuaikan dengan nilai kompresi mesin motor.

Karena semakin rendah nilai oktan, maka akan semakin lambat terbakar, dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi yang akan berakibat lebih sulit menguap.

Dari hal inilah, bahan bakar yang gagal terbakar akibat oktan rendah dapat menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Sebagai contoh, bahan bakar dengan kadar RON 88 atau Premium hanya ideal dikonsumsi untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9 ke bawah.

Sementara, Pertalite yang memiliki RON 90 untuk kendaraan berasio kompresi 9-10. Di atas itu, cocok pakai RON 92. Sedangkan, rasio kompresi 11-12 lebih cocok pakai RON 95.

Nah, jika konsumen terus memaksa menggunakan bahan bakar yang tidak ideal, maka ruang pembakaran pada kendaraan juga akan lebih cepat kotor. Hal ini akan mengganggu performa kendaraan yang juga berakibat pada usia kendaraan.

“Jadi, kalau mau hemat mesin kendaraannya, baiknya gunakan bahan bakar yang ber oktan tinggi. Memang sih agak mahal sedikit, tapi akan membuat mesin lebih awet,” katanya.

Penulis/editor : Marwiah Syam

Comment