KPK Tetapkan Empat Tersangka Baru Kasus Korupsi E-KTP

BERITAPEDOMAN.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi proyek e-KTP.

Seperti dilansir dari Merdeka.com, ke empat tersangka baru tersebut, adalah mantan anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Hanura, Miryam S. Haryani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) sekaligus Ketua Konsorsium PNRI, Isnu Edhi Wijaya, Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP, Husni Fahmi, dan Dirut PT Shandipala Arthaputra, Paulus Tanos.

“KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan empat orang sebagai tersangka baru” ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sebelumnya, KPK lebih dahulu menjerat tujuh orang dalam kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. Ke tujuh orang tersebut, sudah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi atas proyek senilai Rp5,9 triliun.

Mereka adalah dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan Sugiharto yang masing-masing divonis 15 tahun penjara, mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto yang juga divonis 15 tahun penjara, pengusaha Andi Narogong 13 tahun penjara, dan Anang Sugiana Sudihardjo seberat enam tahun penjara.

Sedangkan, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Massagung masing-masing 10 tahun penjara. Sementara itu, politikus Partai Golkar, Markus Nari baru akan menghadapi persidangan.

Comment