Demi untuk Ikut Berkurban, Ibu Ini Sisihkan Uang Hasil Memulungnya Selama Lima Tahun

BERITAPEDOMAN.com – Dimana ada kemauan, di situ pasti ada jalan. Peribahasa tersebut tampaknya nyata dari usaha dan jerih payah yang dilakukan Inaq Sahnun, seorang pemulung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Perempuan berusia lebih dari setengah abad ini berhasil mewujudkan niat mulianya untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah nanti.

Tak tanggung-tanggung, Inaq berencana berkurban hewan sapi dari uang sebanyak Rp10 juta yang dikumpulkannya selama lima tahun dari hasil memulung.

Sosok Inaq Sahnun sendiri, sebenarnya sudah tidak asing bagi warga masyarakat yang bermukim di kawasan Cakranegara Kota Mataram.

Masyarakat pun tahu, keseharian Inaq mengumpulkan botol bekas dan sampah plastik, tapi tidak menyangka Ia menyisihkan pendapatannya dari hasil memulungnya.

“Dalam seminggu saya bisa menjual botol bekas dan sampah plastik Rp10 ribu, kadang Rp20 ribu, bahkan hingga Rp 50 ribu,” katanya seperti dilansir dari Suara.com, Rabu (31/7/2019).

Sampah plastik dan botol bekas yang didapatkannya, dijualnya kepada pengepul bernama Sainah, dengan harga satu karung Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.

“Alhamdulillah, dari hasil penjualan botol bekas itu sekarang sudah terkumpul Rp10 juta, untuk membeli sapi kurban,” katanya.

Menurut Inaq, uang senilai Rp10 juta itu tidak serta merta didapatkannya. Namun, dia telah mengumpulkan uang tersebut sejak lima tahun yang lalu dan dihajatkan untuk berkurban.

Selama ini, Inaq Sahnun sudah hidup sendiri, sementara dua saudaranya sudah meninggal dunia.

“Saya tidur dan makan di warung ini (warung makan pintu keluar Mataram Mal), menggunakan tikar yang diberikan oleh pemilik warung, sekaligus menjaga warung ini,” ujarnya.

Setiap hari, Inaq juga berkeliling di kawasan Cakranegara mencari dan memungut botol plastik bekas. Terkadang, ada pemilik warung atau warga yang sengaja mengumpulkan botol plastik untuk diberikan kepadanya.

“Saya keluar mencari botol plastik di jalanan dari pagi. Kalau siang penuh dua kantong plastik, saya taruh dan kumpulkan dulu di warung, kemudian keliling lagi,” katanya.

Seorang karyawan di Jalan Bangau Cakranegara, Azma, mengaku kerap melihat Inaq Sahnun melintas di depan kantornya tiap pagi sambil membawa karung yang ukurannya lebih besar dari badannya sebagai wadah barang yang dipungutnya.

Kadang, dia dipanggil oleh karyawan untuk diberikan botol bekas dan uang senilai Rp10 ribu.

“Saya tidak menyangka, dengan hasil mengumpulkan botol bekas Inaq Sahnun mampu membeli sapi untuk berkurban. Saya sangat salut dan ini patut dicontoh,” katanya.

Sementara pedagang warung setempat, Rehan, mengatakan, Inaq Sahnun sudah kurang lebih satu tahun tidur di warungnya. Sebelumnya, Inaq tidur di Kuburan Karang Jangkong.

“Tapi karena di sana banyak ular dan anjing, makanya kita tawarkan tidur di warung kalau malam,” ujarnya.

Comment