Beritapedoman.com – Startup layanan kesehatan online asal Indonesia ‘Halodoc’ baru saja mendapat kucuran dana investasi dari sejumlah investor besar.
Salah satu investor tersebut, dari yayasan yang didirikan oleh bos Microsoft, Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.
Dilansir dari Infokomputer.com, dana dari Bill Gates ini sendiri masuk ke Halodoc dalam putaran pendanaan seri B yang diperpanjang (extended).
Di dalam putaran ini, ada juga dua perusahaan asuransi terkemuka, Allianz dan Prudential, yang turut berkontribusi dalam penyuntikan dana ke Halodoc.
Kendati begitu, belum diketahui berapa besar dana yang dikucurkan oleh Bill Gates kepada Halodoc, pun besaran total dana yang diperoleh Halodoc dalam putaran pendanaan kali ini.
Namun, hingga putaran pendanaan teranyar ini, Halodoc mengklaim telah mengumpulkan dana investasi hampir mencapai 100 juta dollar AS, atau sekitar Rp1,4 triliun, sebagaimana dirangkum situs Halodoc.
Dana yang telah dikumpulkan oleh Halodoc dari putaran pendanaan terbaru ini sendiri, sejatinya bakal digunakan untuk meningkatkan layanan Halodoc.
Secara lebih spesifik, Halodoc ingin memperluas layanan kesehatannya ke sejumlah kota, yang bukan dianggap sebagai kota besar, sekaligus untuk mempermudah penggunanya menikmati layanan Halodoc.
“Kemitraan strategis ini akan membantu meningkatkan kualitas dan jumlah pilihan layanan kesehatan yang tersedia untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di luar kota besar, terutama di luar Jawa, di mana infrastruktur layanan kesehatan belum banyak dibangun,” kata CEO Halodoc, Jonathan Sudharta, dalam keterangan tertulis di situs Halodoc, seperti dilansir hari ini dari Komputer.com, Sabtu (27/7/2019).
Halodoc sendiri, hingga saat ini telah melayani pengiriman obat di 50 kota di Indonesia hingga saat ini.
Selain pengiriman obat, Halodoc juga menyediakan layanan laboratorium rumah dan konsultasi dengan dokter, langsung melalui aplikasi.
Tak hanya itu, tiap bulannya, Halodoc juga mengklaim melayani sekitar tujuh juta pasien yang tersebar di seluruh Indonesia, di mana 80 persen dari jumlah pasien tersebut, berasal dari luar kota-kota utama, seperti Jakarta dan Surabaya.
Sekedar diketahui, sebelumnya, suntikan dana yang didapat oleh Halodoc mencapai 65 juta dollar AS atau sekitar Rp910 miliar.
Sejumlah perusahaan yang mengucurkan dananya ke Halodoc pada putaran itu, mencakup UOB Venture, Singtel Innov8, Korea Investment Partners, dan WuXi AppTec.
Kemudian, pada putaran pendanaan seri A, Halodoc juga telah mengumpulkan dana sebesar 13 juta dollar AS, atau sekitar Rp182 miliar.
Dana ini sendiri didapatkan dari lima perusahaan pendanaan, yaitu Openspace Ventures, Gojek, Clermont Group, Investidea, dan Blibli.
Editor : Marwiah Syam
Comment