BANDUNG, Beritapedoman.com – Pertamina MOR VII Sulawesi, berharap sinergi media kedepannya lebih menyokong lagi penggunaan elpiji tepat sasaran.
Pasalnya, penggunaan elpiji saat ini dinilai masih jauh dari tepat sasaran, dan tentunya dengan kontribusi Media yang memiliki peran penting dalam masyarakat, akan mampu memberikan edukasi dan informasi mengenai penggunaan elpiji tepat sasaran.
Manager Communication and CSR Pertamina MOR VII Sulawesi, Hatim Ilwan, mengungkapkan, peran media dalam masyarakat memiliki peran vital, karena itu pemberitaan yang disuguhkan juga bisa mempengaruhi masyarakat.
“Untuk itu, kami berharap sinergi media semakin erat kedepannya dalam memberikan informasi terkait penggunaan elpiji tepat sasaran,” katanya saat Media Gathering bersama Media Sulawesi, di Hotel Aston Tropicana, Jumat (19/7/2019).
Sekedar diketahui, untuk wilayah Sulsel sendiri, data yang terhimpun terhadap realisasi penggunaan elpiji masih jauh dari tepat sasaran pada 2018 lalu.
Tercatat pengguna bright gas di Sulsel masih dikisaran tiga persen. Sementara, pengguna elpiji 3 kg masih sangat mendominasi, yakni sebesar 96 persen.
Data ini mengindikasikan sangat jauh berbeda dengan jumlah orang mampu di Sulsel. Begitu pun, jumlah pelaku usaha mikro di Sulsel.
Data ini juga menyebutkan imbauan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir 2017 lalu, No. 541/7472/DESDM Tentang Larangan Penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung Ukuran 3 (Tiga) bagi Pegawai Negeri Sipil, para Pelaku Usaha Mikro (Non UKM) dan yang berpenghasilan di atas Rp1.500 ribu tidak berhak menggunakan LPG 3 Kg, belum efektif di Sulsel.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment