MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat. Salah satunya, kembali menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dirangkaikan dengan edukasi QRIS dan edukasi hilirisasi komoditas cabai di Kota Makassar.
Selain beragam pangan dengan harga murah yang dihadirkan di kegiatan GPM yang dlaksanakan pada Rabu, 30 September 2026 di Halaman Kantor Camat Tallo, Kota Makassar itu, juga dihadirkan 250 paket tebus murah cabai dengan harga Rp17.500 per paket, dimana setiap paketnya terdiri atas cabai merah 200 gram, cabai rawit 200 gram, dan cabai keriting 200 gram.
Adapun penjualan pangan dan paket tersebut, dilakukan menggunakan mekanisme pembayaran QRIS, sehingga masyarakat dapat sekaligus memperoleh akses pangan dengan harga terjangkau dan pengalaman bertransaksi secara non-tunai.
Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan, pelaksanaan GPM merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan dengan menerapkan prinsip 4T, yaitu tepat lokasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat komoditas, terutama terhadap komoditas pangan yang mengalami tekanan harga.
“Melalui pelaksanaan GPM, masyarakat diharapkan dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendukung terjaganya daya beli masyarakat,” kata Rizki, Rabu (30/9/2026).
Adapun salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan GPM kali ini, kata Rizki, yakni komoditas cabai.
Sekedar informasi, berdasarkan perkembangan harga per 25 September 2026, harga cabai rawit merah di Kota Makassar tercatat sebesar Rp71.250 per kilogram. Harga ini berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang berada pada kisaran Rp40.000 – Rp57.000 per kilogram.
“Karena perkembangan tersebut, menjadi salah satu pertimbangan dilaksanakannya intervensi melalui GPM untuk membantu masyarakat memperoleh komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Rizki.
Selain cabai, kata Rizki, GPM juga menghadirkan berbagai komoditas pangan lainnya, diantaranya beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, telur ayam ras, tepung terigu, aneka sayuran dan buah segar, serta produk-produk olahan.
Kehadiran berbagai komoditas tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sekaligus mendukung keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan GPM ini juga menjadi momentum untuk mendorong semakin luasnya pemanfaatan QRIS di tengah masyarakat dengan memberikan edukasi QRIS untuk meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap transaksi pembayaran digital yang mudah, cepat, dan efisien.

“Melalui sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, kami berkomitmen untuk terus mendukung terjaganya stabilitas harga pangan, daya beli masyarakat, serta pengembangan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Rizki.

Kegiatan GPM itu, juga turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Ilyas, Camat Tallo, Andi Husni, dan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Oki Hermawan, sebagai wujud sinergi pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah.
Comment